Home »

Bisnis

» Mikro

Makin Banyak Saingan, Perajin Jok Mobil Kebon Sirih Sepi Order

Ada saja yang jual jok orisinil kesini, ada juga yang butuh nyari jok bekas orisinil. Kuncinya harus sabar.

Makin Banyak Saingan, Perajin Jok Mobil Kebon Sirih Sepi Order
Warta Kota/Ichwan Chasani
Mengembalikan kejayaan seperti di era 1970-1980an dirasa mustahil oleh para perajin jok mobil di sepanjang Jalan Kebon Sirih Timur Dalam, Menteng, Jakarta Pusat. Kini puluhan perajin jok mobil itu sepi order, salah satunya karena semakin banyaknya saingan yang membuka usaha serupa di kawasan lainnya di Jakarta. 

WARTA KOTA, MENTENG - Mengembalikan kejayaan seperti di era 1970-1980an dirasa mustahil oleh para perajin jok mobil di sepanjang Jalan Kebon Sirih Timur Dalam, Menteng, Jakarta Pusat. Kini puluhan perajin jok mobil itu sepi order, salah satunya karena semakin banyaknya saingan yang membuka usaha serupa di kawasan lainnya di Jakarta.  

Yusron, salah satu perajin jok mobil yang membuka lapak tak jauh dari mulut jalan Jalan Kebon Sirih Timur Dalam itu mengaku sudah tiga pekan tak terima order membuat jok mobil. Kalau pun ada order, kata dia, sifatnya hanya reparasi yang hasilnya tak seberapa.

Pria paruh baya itu menyebut, pusat pembuatan jok mobil itu sudah ada sejak tahun 1960-an. Lelaki ramah ini sudah menggeluti usaha pembuatan dan reparasi jok mobil sejak 1980-an. Usaha yang dilakoninya itu merupakan usaha turun temurun. Saat ini, kata dia, usaha serupa juga banyak terdapat di tempat lain seperti di kawasan Atrium Senen, Kemayoran, dan Kelapa Gading.

“Dulu orang tahunya bikin jok mobil itu ya adanya di sini. Tahun 1980-an, sehari saya bisa ngerjain tiga mobil. Sekarang ini, sudah tiga minggu belum ada satu pun order bikin jok. Gimana nggak sepi, sekarang saingannya banyak. Susah balik lagi kayak dulu,” tuturnya, ditemui Warta Kota, Senin (6/3).

Padahal harga yang ditawarkan juga cukup bersaing, antara Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung jenis bahan yang digunakan dan model jok mobil yang dipesan. Untuk menyiasati sepinya order, Yusron juga menerima pembuatan kursi ruang tamu. “Kalau kursi ruang waktunya lebih lama, karena harus survey lokasi dulu, baru tentukan model dan bahannya,” imbuhnya.

Kondisi serupa juga dialami Yanes yang mengelola Toko Dwi Tunggal di Jalan Kebon Sirih Timur Dalam Nomor 18. Selain melayani pembuatan jok mobil, Dwi Tunggal juga melayani perbaikan kap dan plafon mobil . Yanes juga bisa membuat jok mobil jenis apapun, dari kendaraan penumpang sampai jenis mobil sport.

“Sekarang sepi banget, ada kali dua bulan nggak ngerjain apa-apa. Jangankan orang datang mau order, tamu yang datang nanya-nanya juga nggak ada. Sekalinya ada yang nanya barang, sama-sama tukang jok mobil juga,” kata Yanes.

Seperti halnya Yusron, Yanes juga sudah puluhan tahun menggeluti usaha pembuatan jok mobil. Dia merasakan makin sepinya order sejak pasar onderdil Kemayoran dibuka, kemudian menyusul pasar onderdil lain seperti di Atrium Senen, Kelapa Gading, bahkan di Bekasi.

“Dulu kita begadang bangun siang aja kerjaan yang nyariin kita. Sekarang kita yang nyari-nyari kerjaan bisa sebulan lebih nggak dapet juga. Jamannya sudah beda, saingannya juga sudah tambah banyak,” tuturnya.

Untuk menyiasati sepinya order pembuatan jok mobil, lelaki yang bermukim di Citayam, Depok itu juga melayani jual beli jok mobil bekas jenis apapun. Meski keuntungannya tidak sebesar pembuatan jok mobil, jual beli jok mobil bekas itu bisa menyambung usahanya hingga saat ini.

Jok mobil belakang Livina orisinil misalnya, dijual Rp1,2 juga, sementara sepasang jok mobil Nissan Juke bekas orisinil Rp2,5 juta. Untuk jok orisinil Grand Livina dijual Rp1,85 juta dan jok belakang Toyota Rush Rp1,25 juta.

“Ada saja yang jual jok orisinil kesini, ada juga yang butuh nyari jok bekas orisinil. Kuncinya harus sabar, karena kondisinya sekarang memang lagi sepi,” kata Yanes.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help