Hiswana Migas Pastikan Gudang Elpiji yang Digrebek Polisi Pangkalan Gas Liar

Sebab pangkalan elpiji itu tidak memiliki kontrak kerjasama dengan agen elpiji 12 kg resmi di Kota Depok.

Hiswana Migas Pastikan Gudang Elpiji yang Digrebek Polisi Pangkalan Gas Liar
dok Resta Depok
Gudang Elpiji yang digrebek polisi di Sawangan, Depok karena melakukan pegurangan isi elpiji 12 kg dan penyuntikan elpiji hasil pengurangan ke tabung kosong lain.

WARTA KOTA, DEPOK -- Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Cabang Kota Depok memastikan, bahwa gudang elpiji 12 kg di Jalan Raya Abdul Wahab, Kampung Wadas Hijau RT 4, RW 8, Cinangka, Kecamatan Sawangan, Depok, yang digrebek polisi, Senin (6/3/2017) malam, adalah pangkalan elpiji liar.

Sebab pangkalan elpiji itu tidak memiliki kontrak kerjasama dengan agen elpiji 12 kg resmi di Kota Depok.

Ketua Hiswana Migas Depok Athar Susanto mengatakan gudang atau pangkalan elpiji yang digrebek polisi karena melakukan pengurangan isi elpiji 12 kg dan menyuntikkan elpiji hasil pengurangan ke tabung kosong lain, dipastikan tidak memiliki kontrak kerjasama dengan para agen resmi elpiji 12 kg, di Kota Depok.

Sejumlah tersangka yang digerebek polisi di gudang elpiji di Sawangan, Depok karena melakukan pegurangan isi elpiji 12 kg dan penyuntikan elpiji hasil pengurangan ke tabung kosong lain.
Sejumlah tersangka yang digerebek polisi di gudang elpiji di Sawangan, Depok karena melakukan pegurangan isi elpiji 12 kg dan penyuntikan elpiji hasil pengurangan ke tabung kosong lain. (dok Resta Depok)

Karenanya, kata dia, pangkalan elpiji 12 kg tersebut adalah pangkalan liar dan oleh pihaknya biasa disebut pengepul elpiji.

Sebab, menurut Athar, pangkalan elpiji liar seperti ini, kerap mengepul atau membeli elpiji 12 kg dari agen mana saja untuk dikurangi isinya dan dipindahkan atau disuntikkan ke tabung kosong lain.

"Mereka ini biasanya menawarkan harga elpiji 12 kg ke outlet atau warung atau pengecer, dengan harga lebih murah dibanding dari pangkalan resmi. Padahal isi elpiji yang mereka tawarkan, sudah dikurangi," kata Athar.

Ia menyebutkan untuk Kota Depok terdapat 13 agen elpiji 12 kg yang resmi, dengan jumlah pangkalan resmi (dibawah agen) yang mencapai seratusan.

"Pangkalan resmi ini memiliki kontrak kerjasama dengan 13 agen resmi kami, diatas meterai. Mereka juga memiliki ID pangkalan dan gudang mereka memiliki plang resmi. Sementara pangkalan tidak resmi atau pengepul elpiji liar, tidak memiliki semuanya termasuk kontrak kerjasama diatas meterai dengan agen resmi," kata Athar.

Menurut Athar, di Depok sendiri jumlah pangkalan elpiji 12 kg tidak resmi atau liar, jumlahnya justru 2 kali lipat lebih banyak dari pangkalan elpiji resmi.

"Pangkalan yang tidak resmi ini, membeli elpiji 12 kg bisa dari mana saja bahkan dari luar Kota Depok," katanya.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help