Preman Bertato Dihajar Babinsa Usai Gagal Rampok Korban

Aminullah (20), seorang santri, berteriak minta tolong begitu Akbar dan dua rekannya menodongkan pisau ke arahnya.

Preman Bertato Dihajar Babinsa Usai Gagal Rampok Korban
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Barang bukti yang disita dari Yunus Akbar, preman bertato yang kabur usai aksinya menodong di Jembatan Gantung di Jalan Daan Mogot Raya KM 11, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, gagal, Minggu (5/3/2017) sore. 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Yunus Akbar (24) kabur usai menodong di Jembatan Gantung di Jalan Daan Mogot Raya KM 11, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (5/3/2017) sore.

Aminullah (20), seorang santri, berteriak minta tolong begitu Akbar dan dua rekannya menodongkan pisau ke arahnya. Sersan Mayor Suyanto dan Sersan Satu Lasno, Babinsa Koramil Cengkareng di Kelurahan Kedaung Kaliangke yang mendengar teriakan itu, lekas bergerak.

Keduanya tengah patroli bermotor, sekitar pukul 15.00, sambil menyambangi warga. Mereka lekas berpikir ada penjambret atau penodong di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) itu.

Suyanto mengatakan, tiga pelaku lari ke arah berlawanan. Dua pelaku turun lewat JPO di Jalan Daan Mogot mengarah ke Grogol. Sedangkan satu pelaku lainnya, yakni Akbar, turun lewat tangga JPO di Jalan Daan Mogot mengarah ke Tangerang.

Yunus Akbar, preman bertato yang kabur usai aksinya menodong di Jembatan Gantung di Jalan Daan Mogot Raya KM 11, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, gagal, Minggu (5/3/2017) sore.
Yunus Akbar, preman bertato yang kabur usai aksinya menodong di Jembatan Gantung di Jalan Daan Mogot Raya KM 11, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, gagal, Minggu (5/3/2017) sore. (Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw)

"Dua pelaku yang turun lewat tangga JPO arah Grogol itu ternyata menyimpan motor di bawah JPO. Mereka kabur pakai motor. Kami berdua memilih tak mengejar dua pelaku itu," ucap Suyanto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Minggu (5/3/2017).

Suyanto dan Lasno memilih memburu satu pelaku yang kabur dengan berlari, yakni Akbar. Suyanto melarikan motor berlawanan arah di Jalan Daan Mogot, lalu menaruh motor beberapa meter usai JPO.

Selanjutnya Suyanto dan Lasno menyeberangi jalan dan mengejar Akbar. Tahu dikejar, Akbar melempari dua anggota TNI itu dengan batu. Suyanto dan Lasno tetap lari sambil menghindari lemparan batu.

"Kena batu tak akan sesakit kalau kena peluru lah. Dia (pelaku) juga sempoyongan itu larinya. Lagi mabuk dia," ungkap Suyanto.

Jalan Daan Mogot Raya pun jadi ramai. Beberapa pemotor berhenti melihat aksi kejar-kejaran itu. Warga dan pengojek mencoba ikut mengadang Akbar.

Akhirnya, Akbar tersudut di dekat Kali Mookevart. Larinya terhenti di sebuah alat berat yang terpakir di pinggir kali.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help