Home »

News

» Jakarta

Pedagang Bunga Setor Rp 180 Juta ke Oknum Pemkot Jakbar Untuk Lapak Liar di Jalur Hijau

Tapi usai oknum Pemkot Jakbar mendekati pedagang dan meminta bayaran Rp 6 juta per pedagang, lapak disana pun kembali didirikan di lokasi yang sama.

Pedagang Bunga Setor Rp 180 Juta ke Oknum Pemkot Jakbar Untuk Lapak Liar di Jalur Hijau
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Lapak liar yang berdiri di jalur hijau usai setor Rp 180 juta ke oknum Pemkot Jakbar. 

WARTA KOTA, KALIDERES - Sebanyak 30 pedagang menyetor Rp 180 juta ke oknum Pemkot Jakbar untuk mendirikan lapak liar di jalur hijau di ruas jalan Utan Jati menuju Jalan Peta Barat, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Masing-masing pedagang menyetor Rp 6 juta.

Sebelumnya deretan lapak pedagang disana pernah dibongkar Satpol PP Jakbar usai Lebaran tahun 2016 lalu. Alasannya karena tergolong lapak liar dan menyerobot jalur hijau.

Baca: Pasar Bunga Rawabelong Kini Semrawut

Tapi usai oknum Pemkot Jakbar mendekati pedagang dan meminta bayaran Rp 6 juta per pedagang, lapak disana pun kembali didirikan di lokasi yang sama.

‎Pantauan di lokasi, keberadaan lapak di jalur hijau itu terdapat di sisi kanan jalan dari arah Utan Jati menuju Jalan Peta Barat.

Di belakang lapak berbatasandengan saluran penghubung (PHN). Sehingga menyulitkan untuk petugas menormalisasi.

Saat ini, beberapa pembuatan lapak memasuki tahap akhir. Beberapa pedagang bunga mulai menghiasi kiosnya dengan besi stenlies dengan ukuran lapak 3x3 meter, dengan jumlah lapak sebanyak 30 kios.

Seorang pedagang, Agus (31), mengatakan sudah sebulan menempati lapaknya. Dia menyebut lokasi itu kini bukan lapak liar lagi, tetapi lokasi sementara atau Loksem.

Sebab, kata Agus, para pedagang telah mendapat ijin dari pihak Kelurahan, Kecamatan, hingga Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi.

"Bulan ini kabarnya mau diresmikan. Kami sudah isi formulirnya dan sudah dikirim ke Kelurahan, Kecamatan sampai Wali Kota," kata Agus, dilokasi, Minggu (5/3/2017).

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help