1.500 WNI Belajar ke Belanda Tiap Tahun

Jumlah warga Indonesia yang belajar ke Belanda cukup besar. Tercatat sebanyak 1.500 orang menimba ilmu di negeri kincir angin tersebut setiap tahunnya

1.500 WNI Belajar ke Belanda Tiap Tahun
Warta Kota/Dody Hasanudin
Director Jenderal EP Nuffic, Freddy Weima dan Presiden Saxion University of Applied Sciences, Wim Boomkamp berfoto bersama. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Jumlah warga Indonesia yang belajar ke Belanda cukup besar. Tercatat sebanyak 1.500 orang menimba ilmu di negeri kincir angin tersebut setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Presiden Saxion University of Applied Sciences, Wim Boomkamp, dalam kunjungannya ke Kantor Nufic Neso Indonesia.

Menurut Boomkamp, cukup besarnya jumlah warga Indonesia yang belajar ke Belanda, karena pendidikan di Belanda berkualitas tinggi.

Selain itu memiliki jaringan internasional yang kuat serta hubungan dengan dunia kerja dan penelitian termasuk dalam kurikulum di Belanda.

"Sebagian besar warga Indonesia yang belajar merupakan penerima beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah kedua negara. Di Saxion University of Applied Sciences, jumlah mahasiswa Indonesia merupakan jumlah ketiga terbanyak setelah Jerman dan Tiongkok. Kami juga menawarkan program sarjana dan pasca. sarjana dalam Bahasa Inggris, " kata Boomkamp, di Jakarta, Sabtu (4/3/2017).

Boomkamp menambahkan, setelah lulus menimba ilmu di Belanda, ada sebagian warga Indonesia yang langsung kembali ke Indonesia.

Namun, ada juga yang menetap satu hingga empat tahun untuk mendapatkan pengalaman bekerja.

"Kombinasi studi dan pengalaman kerja internasional membuat mereka dibekali nilai lebih untuk bersaing di pasar tenaga kerja," tutur anggota Dewan Asosiasi Universitas Ilmu Terapan Belanda tersebut.

Director Jenderal EP Nuffic, Freddy Weima, menyatakan, Nuffic Neso Indonesia saat ini tengah mempersiapkan layanan informasi studi di Indonesia.

Hal itu ditujukan untuk mendorong peningkatan jumlah siswa Belanda datangg ke Indonesia dan untuk mendukung perguruan tinggi Indonesia dalam hal internasionalisasi.

"Layanan informasi itu akan diresmikan April 2017, sehingga banyak warga Belanda yang tertarik. Lulusan akan lebih dilirik oleh perusahaan ketika mereka mempunyai pengalaman di luar negeri selama masa studi.Pengalaman internasional akan membantu dalam melihat segala sesuatu dari perspektif yang berbeda dan membentuk sikap yang mudah beradaptasi yang dinilai tinggi di pasar tenaga kerja," papar Freddy.

Boomkamp dan Freddy turut serta dalam rombongan Menteri Pendidikan, Budaya, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Februari tahun ini. Hasilnya pembentukan joint Working Group untuk pendidikan Ttnggi dan ilmu pengetahuan serta penandatanganan Horizon 2022.

Selain itu juga ditandatangani perjanjian kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan pelatihan.

Kerja sama itu bertujuan untuk meningkatkan mobilitas siswa dan mempererat kerja sama pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Belanda dengan cara berbagi pengetahuan dan keahlian.

Kemudian juga dilakukan peresmian Erasmus Training Centre di Jakarta.

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help