WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

Batu-batu Kualitas Jawara Bersaing Perebutkan Gelar Juara di Pasar Rawa Bening

Event ini dimaksudkan untuk meramaikan kembali batu aji yang sempat meredup dalam dua tahun terakhir.

Batu-batu Kualitas Jawara Bersaing Perebutkan Gelar Juara di Pasar Rawa Bening
Warta Kota/Feryanto Hadi
PD Pasar Jaya menggelar kontes batu akik dan batu mulia berskala nasional di Pasar Batu Aji Rawabening atau Jakarta Gems Center (JGC), Jakarta Timur, Kamis (2/3/2017). Kegiatan bertajuk Superstar Gem War menampilkan batu akik dan batu mulia milik peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Para peserta ini umumnya pemilik batu yang telah juara di kota asalnya. 

WARTA KOTA, JATINEGARA - PD Pasar Jaya menggelar kontes batu akik dan batu mulia berskala nasional di Pasar Batu Aji Rawabening atau Jakarta Gems Center (JGC), Jakarta Timur, Kamis (2/3). Kegiatan bertajuk Superstar Gem War menampilkan batu akik dan batu mulia milik peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Para peserta ini umumnya pemilik batu yang telah juara di kota asalnya.

Sion Purba selaku Manajer Area Timur PD Pasar Jaya mengatakan, event ini dimaksudkan untuk meramaikan kembali batu aji yang sempat meredup dalam dua tahun terakhir.

Baca: Ini Dia Batu Cincin yang Dipakai Bung Karno

"Ini merupakan agenda kita dengan para pedagang dan komunitas untuk mengangkat kembali kejayaan batu aji. Sebab kita tahu bersama, batu-batu mulia asal Indonesia memiliki kualitas bagus dan sudah dikenal dunia," terangnya ditemui di lokasi, Kamis.

Acara tersebut akan berlangsung selama empat hari hingga 5 Maret mendatang dan berhadiah total ratusan juta rupiah. Sion menambahkan, tidak hanya ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang turut memeriahkan kontes itu. "Tadi kami dapat info ada peserta yang datang langsung dari luar negeri misalnya dari Malaysia," ujarnya.

Ajang ini, Sion melanjutkan, akan menjadi agenda rutin PD Pasar Jaya dan tidak hanya digelar di Pasar Rawa Bening saja. "Nantinya setiap tiga bulan kami gelar acara serupa di pasar-pasar milik Pasar Jaya sebagai sarana promosi mengangkat kembali batu akik yang dulu booming. Diharapkan pula dalam setiap event akan muncul jenis batu unggulan baru dari Indonesia," imbuh Sion.

Ikhsan, selaku Pimpinan Kolektif Asosiasi Puspa Cakra yang menaungi ribuan pedagang batu mulia menyebut prospek bisnis batu masih sangat menjanjikan meskipun ia mengakui terjadi penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

"Pasar Rawa Bening menjadi pusat batu aji terbesar di Asia Tenggara. Sudah banyak orang asing yang sengaja datang ke sini untuk mencari batu mulia. Penurunan hanya untuk pembeli lokal," terangnya.

Baca: Isteri David Beckham Koleksi Batu Biduri Bulan

Pihak asosiasi, kata Ikhsan, sangat menyambut gembira pemerintah mau berperan dalam mengangkat kembali kejayaan batu mulia dengan membuat event-event yang bisa mendatangkan masyarakat luas.

"Ini yang kami harapkan. Jadi pemerintah baik pemda maupun pemerintah pusat harus mendorong karena potensi batu mulia asal Indonesia sangat luar biasa. Jadi semakin banyak event, semakin baik," terangnya.

Tren batu akik yang meredup dikatakan Faisal selaku Sekretaris Asosiasi Puspa Cakra selain karena makin banyaknya pedagang batu akik, juga karena kondisi ekonomi Indonesia yang belum juga beranjak baik.

"Harga kebutuhan pada mahal. Masyarakat kalangan menengah bawah memilih mencukupi kebutuhan pokok dulu ketimbang membeli batu aji. Tapi untuk segmen menengah ke atas, permintaan masih bagus," ujarnya.

Kepala Pasar Batu Aji Rawa Bening, Dede Waskita menyebut transaksi di pasar itu bisa mencapai puluhan miliar dalam sebulan. "Angka pastinya tidak tentu. Tapi jika dilihat per pedagang, sehari paling minim transaksi Rp500 ribu hingga ratusan juta rupiah. Sementara di pasar ini ada ribuan pedagang," terangnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help