Home »

News

» Jakarta

Penyelengara Papan Reklame dengan Konstruksi Mengkhawatirkan Bisa Kena Sanksi Pencabutan Izin

Nantinya, papan reklame yang menempel akan diarahkan ke reklame yang LED yang nempel langsung di gedung.

Penyelengara Papan Reklame dengan Konstruksi Mengkhawatirkan Bisa Kena Sanksi Pencabutan Izin
Ilustrasi. Penyangga JPO di Pasar Minggu roboh tertimpa papan reklame yang menempel di JPO dan tak kuat menahan tiupan angin kencang. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, menyatakan, saat ini, minat untuk memasang iklan melalui papan reklame yang berbentuk LED masih rendah.

Sebabnya, dari presentase bagi hasil 70-30 tersebut, para pemilik reklame LED masih meminta insentif tambahan.

"Tadi, kepala dinas menyampaikan kenapa yang minat terhadap pergub kita yang baru ini tentang LED di gedung ini masih sedikit. Karena, ternyata masih ada keinginan bahwa dari yang 70 persen mereka minta insentif lagi," ujarnya.

Namun, kata dia, permintaan ini sudah dikabulkan.

Alasannya, agar papan reklame konvensional benar-benar ditinggalkan dan beralih ke papan LED.

Perubahan ini, kata Saefullah, akan segera ditindaklanjuti dengan revisi Pergub.

"Tapi, sudah diiyakan oleh Pak Gubernur dan nanti akan kita berikan insentif lagi dan akan kita revisi Pergubnya," katanya.

Nantinya, papan reklame yang menempel akan diarahkan ke reklame yang LED yang nempel langsung di gedung.

Dengan sistem bagi hasil 70-30, kalau LED-nya digunakan untuk tayangan iklan, kalau tidak iklan, hanya untuk nama gedungnya sendiri itu

"Selain itu, Satpol PP diingatkan kontrol semua terhadap reklame ini, yang konstruksinya mengkhawatirkan, kita tebang saja, sedangkan untuk Warna Warni, sanksi pencabutan izin karena lalai dan hampir menimbulkan korban jiwa," kata Saefullah.

"Sanksi kita cabut, tadi sudah disampaikan penyelenggara izinnya. Langsung dicabut. Ini sanski buat seluruhnya punya mereka (warna-warni) dicabut," imbuhnya.

Selain itu, Pemprov tetap akan melakukan peringatan kepada pemilik papan reklame yang masih berdiri di beberapa kawasan di Jakarta.

"Pasti tekniknya akan dirapatkan, kapan kita lakukan penertiban. Mungkin nanti sore dilakukan rapat koordinsi, supaya satpol ppnya, dan ptsp dan biro hukum. Akan dirapatkan sore ini juga, kapan kita action untuk penebangan, terutama yang izinya sudah habis," katanya.

Saat ini, masih terdapat kurang lebih 1000 reklame yang menancap di jalan nantinya akan di bongkar semua, begitu izinnya habis dan tidak ada yang berdiri baru.

"Yang masih berjalan kontraknya kita selesaikan sampai berjalan. Tapi untuk warna-wanri karena suatu kelalaian, bisa menimbulkan korban jiwa. Kalau harta bisa diganti, mobil. Tapi kalau jiwa susah, gimana," katanya. (Joko Supriyanto)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help