WartaKota/

Produksi Air Palyja Capai Rekor 9.400 Liter per Detik

Sepanjang 2016, produksi air Palyja mengalami tren peningkatan. Hingga akhir Desember saja sudah menyentuh angka 9.000 liter per detik.

Produksi Air Palyja Capai Rekor 9.400 Liter per Detik
WARTA KOTA/ACEP NAZMUDIN
PT Astra Internasional Tbk merayakan hari ulang tahun ke-60 kehadirannya di Indonesia. Perayaan dihelat secara meriah dengan menggelar pameran dan konser selama tiga hari di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, 24-26 Februari 2017. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Acep Nazmudin

WARTA KOTA, SENAYAN - PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mencatatkan rekor produksi air di awal 2017.

Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head Palyja Meyritha Maryanie mengatakan, sepanjang 2016, produksi air Palyja mengalami tren peningkatan. Hingga akhir Desember saja sudah menyentuh angka 9.000 liter per detik.

"Puncaknya baru-baru ini pada Februari 2017, di mana menyentuh angka 9.400 liter per detik, ini sebuah rekor bagi Palyja," kata Meyritha kepada Warta Kota di JCC Senayan, Sabtu (25/2/2017)

Meyritha mengatakan, meningkatkan jumlah produksi air dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah karena ada tambahan produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan.

"Biasanya produksi di IPA Pejompongan hanya di angka 5.600, tahun lalu 5.800, dan saat ini jumlahnya 6.100 liter per detik," jelas Meyritha.

Sisanya, kata Meyritha, suplai air Palyja diproduksi di IPA Cilandak sebanyak 400 liter per detik, dan IPA Taman Kota sebanyak 150 liter per detik.

"Untuk produksi internal sudah meningkat pesat, kita juga ada beli dari PDAM Tangerang berupa air curah olahan," ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah produksi air ini, kata Meyritha, Palyja mulai menambah suplai air melalui Pipa Kuningan Line yang didistribusikan ke kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dan sebagian wilayah Tebet.

"Sekarang sedang uji coba, nanti bulan Maret akan diketahui berapa jumlah tambahan yang didistribusikan, paling tidak sekitar 200 liter per detik atau untuk sekitar 20 ribu pelanggan," jelasnya.

Peningkatan jumlah produksi air Palyja ini, menurut Meyritha, bisa dimanfaatkan oleh pelanggan besar untuk tidak lagi menggunakan air tanah dan mulai beralih menggunakan air pipa.

"Pelanggan besar kita imbau gunakan Palyja, karena kita sudah menambah jumlah produksi air. Kurangi penggunaan air tanah untuk mencegah turunnya landscape permukaan tanah," papar Meyritha. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help