Produksi Sampah Jaksel Mencapai 545.946 Ton di Tahun 2016

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan tahun 2017.

Produksi Sampah Jaksel Mencapai 545.946 Ton di Tahun 2016
Warta Kota/Gopis Simatupang
Pemerintah Kota Jakarta Selatan meresmikan bank sampah induk Gesit yang terletak di Jalan Menteng Pulo 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Pemerintah Kota Jakarta Selatan meresmikan bank sampah induk Gesit yang terletak di Jalan Menteng Pulo, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jumat (24/2/2017).

Ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan tahun 2017.

Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, berharap keberadaan bank sampah dapat mendorong warga peduli terhadap pengelolaan sampah, sehingga sampah dapat dikurangi mulai dari sumbernya.

Sebab, kata Tri, volume timbunan sampah di wilayah Jakarta Selatan sepanjang tahun 2016 cukup fantastis, mencapai 545.946 ton.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan meresmikan bank sampah induk Gesit yang terletak di Jalan Menteng Pulo
Pemerintah Kota Jakarta Selatan meresmikan bank sampah induk Gesit yang terletak di Jalan Menteng Pulo (Warta Kota/Gopis Simatupang)

"Pengurangan sampah sejak dari sumber adalah upaya yang efektif untuk membatasi timbunan sampah. Besarnya timbunan sampah tersebut harus disikapi secara serius dan harus diupayakan solusi yang bersifat komprehensif," ujar Tri saat peresmian.

Tri menuturkan, kegiatan pengolahan sampah di Jakarta Selatan tidak hanya menjadi kewajiban Pemerintah Kota, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat. Karena itulah dibentuk lembaga pengolahan sampah di tingkat warga dalam wujud bank sampah.

Dikatakan Tri, saat ini terdapat 56 bank sampah yang tersebar di 10 kecamatan dengan capaian reduksi sampah sebanyak 521.712 ton pertahun.

Omzet bank sampah tahun 2016 sendiri mencapai Rp 730 juta dengan jumlah anggaran pengelolaan sampah di Jakarta Selatan tahun 2016 mencapai Rp 157,6 miliar.

"Keberadaan induk bank sampah Gesit Jakarta Selatan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pengelolaan sampah di wilayah Jakarta Selatan, dengan total efisensi pengeluaran APBD sebesar Rp 90,4 juta.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, kata Tri, telah menginstruksikan para Kasudin, Camat dan Lurah untuk melakukan pembinaan dan menumbuhkan bank sampah baru denganan harapan peningkatan kualitas pengelolaan sampah yang baik.

"Diharapkan bank sampah Gesit Jakarta Selatan dapat menjadi pembina, pembimbing, wadah solusi permasalahan pengelolaan sampah dan bekerja secara gesit demi menuju pengelolaan lingkungan yang lebih baik di Jakarta Selatan menuju Indonesia Bebas Sampah 2020," kata Tri.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved