Dinas PUPR Depok: Ada Tahap II Penanganan Banjir di Kampung Utan, Tahun Ini

Wilayah Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Depok, termasuk Perumahan Permata Depok, masih dapat tergenang banjir.

Dinas PUPR Depok: Ada Tahap II Penanganan Banjir di Kampung Utan, Tahun Ini
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
ILUSTRASI - Banjir di Perumahan Permata Depok dan Kampung Utan, Pondok Jaya, September lalu. Sampai kini warga makin resah atas ancaman banjir karena Pemkot Depok belum melakukan langkah apapun di wilayah mereka. 

WARTA KOTA, DEPOK - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto, mengakui, wilayah Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Depok, termasuk Perumahan Permata Depok, masih dapat tergenang banjir sekalipun pihaknya sudah membuat sodetan drainase baru di Kali Pelayangan, yang airnya kerap meluap ke permukiman warga.

"Adanya sodetan membuat banjir lebih cepat surut dibanding sebelumnya. Memang hasilnya belum maksimal. Jadi banjir masih terjadi jika debit air dari Bogor sangat tinggi," katanya, Jumat (24/2/2017).

Karenanya kata Manto tahap ke dua penanganan banjir di wilayah itu akan dilakukan tahun ini. Yakni berupa pengerukan Kali Pelayangan, termasuk di wilayah yang masuk daerah Kabupaten Bogor dengan dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

"Akan ada tahap kedua tahun ini untuk pengerukan Kali Pelayangan. Saya juga berharap Pemkot Bogor sama-sama membenahinya, bukan hanya dari kami," katanya.

Seperti diketahui banjir kembali terjadi di Kampung Utan saat hujan deras turun Selasa (21/2/2017) dan Kamis (23/2/2017). Ketinggian air antara 20 cm sampai 100 cm di permukiman di dekat kali.

Suminto ketua RT 02/04 Kelurahan Pondok Jaya mengatakan tumpahnya air ke jalan lantaran sodetan tidak menampung debit air yang sangat besar.

"Tingginya sodetan dari permukaan jalan membuat air tersendat. Terlebih banyaknya sampah yang jadi penghalang," katanya.

“Pintu air sodetan di Kali Pelayangan sudah dibuka. Tapi, debit airnya memang besar. Pada Kamis lebih besar daripada hujan Selasa lalu. Air masuk ke beberapa rumah warga kami," katanya.

Menurut Suminto, permasalahan bukan pada rendahnya jalan di kampung Utan.

Tapi, air yang dari Setu Gede dan Kincir Air di Kabupaten Bogor tidak dibuang ke Ciliwung, melainkan ke Kali Pelayangan.

Sebenarnya sudah ada perencanaan pengalihan tersebut ketika Pemerintah Kota Depok dan Bogor serta warga berdialog tahun lalu. Tapi sejauh ini tidak ada eksekusi dari kabupaten Bogor.

“Mestinya Bogor juga bergerak bukan melimpahkan persoalan ke Depok. Sejauh ini Pemkot Depok sudah membuktikan kinerjanya. Hanya saja memang belum maksimal,” lanjut Suminto.

Menurut Suminto yang sudah puluhan tahun tinggal di daerah tersebut satu-satunya cara mengatasi banjir di wilayahnya adalah dengan melakukan normalisasi.

“Kali Pelayangan didalamkan. Pintu air di Pondok Terong dibuka. Dulu pintu air tersebut untuk pengairan sawah, sekarang sudah jadi POM Bensin. Mestinya air mengalir di sana. Berarti ada yang tersendat di Kali Pelayangan,” katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved