WartaKota/

Klikfix Targetkan Layani 5.000 Order per Bulan

www.klikfix.com, layanan perbaikan gadget yang diluncurkan pertengahan 2015 lalu menargetkan hingga 5.000 order perbaikan gadget per bulan.

Klikfix Targetkan Layani 5.000 Order per Bulan
CEO PT Klikfix Asia Technology, Andrew Suhalim (kedua dari kiri) memberikan penjelasan soal perbaikan gadget. Untuk kerusakan ringan seperti layar pecah, perbaikan hanya butuh waktu setengah jam. 

WARTA KOTA, SENAYAN-Diluncurkan sejak Juli 2015 lalu, portal layanan perbaikan gadget www.klikfix.com, kini menerima 700-an order perbaikan gadget tiap bulannya.

Hingga akhir tahun ini, start up yang mulai diterima masyarakat itu menargetkan hingga 5.000 order perbaikan gadget per bulan.

CEO PT Klikfix Asia Technology, Andrew Suhalim mengatakan, potensi pasar dalam hal perbaikan gadget, baik handphone, laptop, maupun tablet di Indonesia saat ini masih begitu luas.

Dia menggambarkan, dari 33 juta rumah tangga di Indonesia, jika satu rumah tangga yang terdiri dari empat orang memiliki rata-rata delapan gadget, maka total ada sekitar 264 juta gadget yang ada di tiap rumah tangga.

Di Jakarta sendiri, kata Andrew, di salah satu ITC saja menerima bisa mencapai 15.000 order perbaikan gadget tiap bulannya.

Andrew mengaku telah melakukan survei dengan mendatangi satu persatu kios perbaikan gadget itu.

"Di Jakarta ini, dari berbagai mal, bisa 200-300 ribu order reparasi per bulan. Jika kita bisa ambil 20 persennya saja sudah lumayan banyak," ungkapnya saat Grand Launching www.klikfix.com di Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Lewat www.klikfix.com, konsumen tidak kesulitan lagi mencari tempat service gadget terpercaya karena para fixer--sebutan untuk teknisi yang memperbaiki gadger--, akan menjemput gadget yang telah rusak dan akan mengembalikannya setelah selesai diperbaiki, dimana pun berada.

Saat ini sudah ada 50 fixer tersertifikasi yang siap melayani konsumen.

Mereka telah dilatih untuk melakukan perbaikan gadget sesuai keahliannya untuk merk dan jenis gadget tertentu. Andrew menargetkan hingga akhir tahun ini total akan ada 200 fixer yang dilibatkan.

Menurut Andrew, butuh waktu tiga bulan untuk menyiapkan teknis terlatih itu. Tidak semua teknisi bisa memperbaiki semua gadget.

Satu teknisi rata-rata bisa mengerjakan 4-5 order perbaikan, tergantung jenis kerusakannya. Kalau gadget itu mati total, tentu butuh waktu lebih lama.

"Klikfix ini bukan tukang reparasi. Kami hanya menghubungkan para teknisi yang sudah terlatih itu dengan mereka yang butuh jasa perbaikan. Kami cuma kontrol order dan spare part. Total 80 persen profit buat teknisi. Kami tidak mematikan pasar tradisional, tapi memberikan tambahan penghasilan bagi teknisi," ujarnya.

Chief Marketing Officer PT Klikfix Asia Technology, Daniel Van Leeuwen menambahkan, saat ini Klikfix baru melayani konsumen di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Ke depan kami akan melebarkan area layanan ke kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Semarang, Yogya, Surabaya, Manado, Bali dan sebagainya," tuturnya. 

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help