Masjid Megah Pertama Akan Dibangun di Jalan Margonda, 2018

Di sepanjang Jalan Margonda Raya sampai kini belum dijumpai ada masjid besar dan megah, yang merepresentasikan Depok kota relijius.

WARTA KOTA, DEPOK - Meskipun merupakan jantung utama Kota Depok, di sepanjang Jalan Margonda Raya, sampai kini belum dijumpai ada masjid besar dan megah, yang merepresentasikan atau menjadi ikon bahwa Depok adalah kota yang relijius seperti yang didengungkan Pemkot Depok selama ini.

Namun, tak lama lagi, sebuah masjid 3 lantai, dengan gaya arsitektur Timur Tengah akan dibangun di sisi Jalan Margonda Raya, Depok. Tepatnya di seberang Kantor Wali Kota Depok atau di samping Mapolresta Depok.

Masjid ini akan menjadi masjid pertama yang ada di sisi Jalan Margonda, dan diklaim sangat megah sehingga akan menjadi ikon baru Kota Depok.

Masjid dibangun oleh PT KSO Griya Sarana Jaya Property, selaku pengembang Apartemen Grand Zamzam Towers, yang merupakan apartemen berkonsep Islami.

Beny Witjaksono, CEO PT KSO Griya Sarana Jaya Property, menuturkan pembangunan masjid 3 lantai itu direncanakan dilakukan awal 2018 mendatang dan selesai akhir 2018.

"Masjid 3 lantai dengan konsep arsitektur ala Timur Tengah di Jalan Margonda, akan mulai kita bangun setelah satu dari sembilan tower apartemen kami, selesai. Jadi sekitar 2018 kita mulai bangun," katanya, Rabu (22/2/2017).

Menurut Beny, keberadaan masjid megah itu di sisi Jalan Margonda, berada tepat di gerbang masuk Apartemen Grand Zamzam Towers yang dikembangkan pihaknya.

"Saat ini belum ada masjid di sepanjang jalan protokol di Jalan Margonda ini. Karenanya kami akan membangunnya dan sudah mendapat dukungan Pemkot Depok," katanya.

Ia mengatakan kemegahan masjid itu juga sebagai penanda bahwa apartemen Grand Zamzam Tower berkonsep islami, yang menjami bebas narkoba dan prostitusi.

"Ini bisa menjadi ikon baru Kota Depok," kata Beny optimis.

Meski berada di gerbang masuk apartemen, kata Beny, masjid tiga lantai bergaya Timur Tengah itu, tetap terbuka bagi siapa saja atau masyarakat umum.

"Jadi tidak hanya untuk penghuni apartemen saja, tetapi masyarakat umum juga," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved