Home »

News

» Jakarta

Sudah Seminggu Lebih Breakwater Pulau Panggang Alami Kerusakan

Kerusakan diakibatkan diterjang ombak besar sejak seminggu yang lalu belum bisa dilakukan perbaikan, sampai saat ini.

Sudah Seminggu Lebih Breakwater Pulau Panggang Alami Kerusakan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah tanggul penahan abrasi (Breakwater) yang ada di sisi utara Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara (KSU), Kepulauan Seribu, kini, telah rusak. 

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU -- Sejumlah tanggul penahan abrasi (Breakwater) yang ada di sisi utara Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara (KSU), Kepulauan Seribu, kini, telah rusak.

Kerusakan diakibatkan diterjang ombak besar sejak seminggu yang lalu belum bisa dilakukan perbaikan, sampai saat ini.

"Memang benar kerusakan breakwater yang ada di bagian utara Pulau Panggang mengalami kerusakan parah. Tetapi sampai saat ini juga belum bisa untuk dilakukan perbaikan untuk sementara," terang Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, Mustajab, pada Jumat (17/2/2017).

Sejumlah tanggul di Pulau Panggang alami kerusakan karena abrasi.
Sejumlah tanggul di Pulau Panggang alami kerusakan karena abrasi. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Walaupun Mustajab tak menjelaskan secara rinci soal akan rencana perbaikan breakwater tersebut.

Mustajab, kala itu, hanya memastikan, jika pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan salah satu kontraktor terkait untuk segera lakukan perbaikan terhadap breakwater tersebut.

"Kami sudah menginstruksikan ke kontraktor terkait, agar breakwater tersebut untuk dilakukan perbaikan segera ya. Sebab, pekerjaan itu sudah menjadi tanggungjawanya itu, kontraktor. Mungkin, hingga ini sudah masuk dalam masa pemeliharaannya.

Sejumlah tanggul di Pulau Panggang alami kerusakan karena abrasi.
Sejumlah tanggul di Pulau Panggang alami kerusakan karena abrasi. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Mustajab membenarkan, jika kerusakan breakwater akibat dihantam gelombang ombak yang tinggi. Ia mengakui jika saat ini cuaca di wilayah Kepulauan Seribu tengah ekstrim.

"Kerusakan breakwater disebabkan hantaman gelombang tinggi. Kondisi cuaca di Kepulauan Seribu dalam dua bulan terakhir ini sangat tidak menentu. Beberapa hari yang lalu, memang kami sudah melakukan peninjauan di lokasi akan kerusakan breakwater. Kami juga memutuskan agar pihak terakit untuk segera memperbaikinya. Kkatan antar kubus itu juga untuk lebih diperkuat lagi. Pihak kontraktornya itu juga sudah berjanji dalam waktu kurang lebih 3 minggu ini akan selesai," katanya.

Nampak sebongkah batu berbentuk kotak persegi bahkan berongga terlepas dari ikatan tali kawat. Kubus-kubusnya, juga terlihat tak beraturan. Diketahui, terdapat 2 titik yang mengalami kerusakan yang panjang bervariasi antara 100 meter dan 200 meteran.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help