Home »

News

» Jakarta

Mobil Bermesin 1.000 CC Diizinkan Jadi Taksi Online

Jika sebelumnya minimal kapasitas mesin 1.300 cc, maka dalam revisi ini Kemenhub memerbolehkan mobil LGCG 1.000 cc jadi taksi online.

Mobil Bermesin 1.000 CC Diizinkan Jadi Taksi Online
Warta Kota/Acep Nazmudin
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto, di Gedung Kemenhub, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017). 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Kementrian Perhubungan (Kemenhub), melakukan uji publik revisi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 32 Tahun 2016, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak Dalam Trayek.

Satu di antara yang direvisi adalah soal peraturan minimal kapasitas mesin mobil yang boleh jadi taksi online.

Jika sebelumnya minimal kapasitas mesin 1.300 cc, maka dalam revisi ini Kemenhub memerbolehkan mobil low cost green car (LGCG) 1.000 cc jadi taksi online.

"Dalam PM 32 sekarang ini, kendaraan LGCC 1.000 cc sudah bisa," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto di Gedung Kemenhub, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017).

Pudji mengatakan, ada beberapa pertimbangan sehingga mobil LGCG diperbolehkan jadi taksi online.

Satu di antaranya, adalah Kemenhub tidak mau bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan kendaraan ramah lingkungan.

"Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan go green, berkaitan dengan ramah lingkungan dan efisiensi," kata dia.

Mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu juga mengatakan, tidak setuju dengan anggapan jika LGCG tidak aman untuk dipakai sebagai kendaraan angkutan publik.

Karena, kata dia, kendaraan tersebut telah lolos uji dari Kemenhub.

"Karena sudah lolos uji oleh Kemenhub dan Kementrian Perindustrian yang berkaitan dengan masalah kelayakan kendaraan itu sendiri," kata dia.

Kendati demikian, kata dia, perlu diberi catatan untuk pengemudi, jika mobil LGCG tidak diperbolehkan mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

"Misalnya dalam mobil itu hanya empat orang termasuk supir, misal ditambah satu penumpang bisa berbahaya, kan bisa celaka, kendaraan itu kecepatannya terbatas, harus hati-hati," tukas dia. (M7)

Ket foto: Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto, di Gedung Kemenhub, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017). (Acep Nazmudin)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help