Home »

Depok

Stres Karena Tekanan Ekonomi, Pemuda Pengangguran di Bojongsari Gantung Diri

Diduga depresi berat karena tekanan ekonomi, Suhendi (35) yang sudah menganggur cukup lama, nekat gantung diri di atas pohon kecapi di depan rumahnya.

Stres Karena Tekanan Ekonomi, Pemuda Pengangguran di Bojongsari Gantung Diri
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK-Diduga depresi berat karena tekanan ekonomi, Suhendi,(35), pemuda lajang yang sudah menganggur cukup lama, nekat gantung diri di atas pohon kecapi di depan rumahnya.

Peristiwa itu menggemparkan warga Kampung Pasiron, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Kamis (16/2/2017) malam.

Jenasah korban yang tergantung di pohon kecapi, diketahui pertama kali oleh ayah korban, Kaneng (67), pada Jumat (17/2/2017) pagi.

Kapolsek Sawangan Komisaris Sutarjo menuturkan dari keterangan ayah korban Kaneng, pada Kamis malam sekira pukul 20.00, korban yang merupakan anak pertama dari 5 bersasudara itu, pamit untuk buang air besar di kamar mandi yang ada di luar rumah.

"Setelah itu, ayahnya tidur. Paginya kaget karena melihat anak pertamanya sudah tewas tergantung di pohon kecapi di luar rumah," kata Sutarjo.

Menurut Surarjo, dari pemeriksaan di lokasi kejadian, korban gantung diri menggunakan tali plastik warna hijau,

"Korban dievakuasi oleh anggota dengan bantuan warga sekitar. Sebab korban gantung diri di bagian pohon yang cukup tinggi dibagian atas atau sekitar 3 meter dari tanah," katanya.

Sutarjo menjelaskan dari keterangan keluarga diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena stres akibat tekanan ekonomi.

Apalagi korban yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara, diketahui belum menikah dan sudah sangat lama menganggur.

Sedangkan tiga adiknya dibawahnya sudah menikah, dan hanya satu adiknya yang paling bungsu yang belum menikah.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help