WartaKota/

ACC Bidik Target Rp 27,5 Triliun

Astra Credit Companies, perusahaan pembiayaan pertama Astra, menargetkan porsi pembiayaan tahun ini sebesar Rp 27,5 triliun.

ACC Bidik Target Rp 27,5 Triliun
Caption: Chief Executive ACC, Jodjana Jody menunjukkan tiga foto jenis kendaraan yang akan dijadikan hadiah dalam program undian "3xtra 5urprise, 60 Get It!!" di resto Gourmet and Vibes, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/2/2017). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU-Astra Credit Companies, perusahaan pembiayaan pertama Astra, menargetkan porsi pembiayaan tahun ini sebesar Rp 27,5 triliun.

Angka tersebut tak jauh berbeda dari pencapaian pembiayaan tahun 2016, dimana 90 persen diantaranya untuk pembiayaan otomotif.

Chief Executive ACC, Jodjana Jody mengatakan bahwa angka pembiayaan ACC di tahun 2016 mencapai Rp 27,5 triliun, naik 24 persen dari 2015 yang mencapai Rp 22 triliun. Sementara besaran profit di tahun 2016 mencapai Rp 1,062 triliun.

"Target 2017, kami mencanangkan target tidak terlalui ambisius, sama dengan pencapai 2016 yaitu di angka Rp27,5 triliun," ungkapnya saat jumpa pers peluncuran VIP ACCess dan program undian berhadiah "3xtra Surprise, 60 Get It", di Gourmet and Vibes, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jumat (17/2/2017).

Jody menyebut, penetapan target sebesar itu telah mempertimbangkan kondisi pasar yang belum pulih.

Tahun lalu, secara umum tingkat NPL (non performance loan) pada pembiayaan ACC mencapai 0,62 persen, naik sedikit dibanding sebelumnya yang mencapai 0,6 persen.

Dari pencapaian pembiayaan Rp27,5 triliun pada 2016 lalu, kata dia, 90 persen diantaranya adalah untuk pembiayaan otomotif, yaitu 72 persen untuk kendaraan baru, dan 18 persen untuk kendaraan bekas.

Pembiayaan kendaraan bekas sempat mencapai 25 persen, namun diturunkan karena resikonya besar.

Sedangkan 10 persen pembiayaan lainnya adalah diperuntukkan bagi pembiayaan non otomotif atau multiguna, seperti properti, edukasi, dan wisata.

"Untuk pembiayaan properti, tahun lalu angkanya baru sekitar Rp 700 miliar. Umumnya untuk pembiayaan cash bertahap. Kami bekerjasama dengan beberapa pengembang seperti Summarecon dan Pakuwon," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help