WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Rumah Bandar Narkoba Jaringan Freddy Budiman Dijadikan Kantor Operasional BNN

Rumah mewah berlantai tiga di Kompleks Pantai Mutiara yang pernah dihuni bandar narkoba asal Aceh akan dijadikan kantor operasional BNN.

Rumah Bandar Narkoba Jaringan Freddy Budiman Dijadikan Kantor Operasional BNN
Rumah bandar narkoba asal Aceh di Pantai Mutiara dijadikan Kantor Operasional BNN. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN-Rumah mewah berlantai tiga senilai Rp 20 milyar itu sempat dihuni Pony Tjandra (47), bandar narkoba asal Aceh yang satu jaringan dengan Freddy Budiman. Rumah terletak di RW 16 Komplek Pantai Mutiara Blok R-15, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam waktu dekat rumah itu dijadikan Kantor Operasional Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat. Kepala Bagian Humas BNN Pusat, Kombes Slamet Riyadi membenarkan hal itu.

"Bekerjasama dengan pihak Kementrian Keuangan RI, dan Kejaksaan Agung dalam waktu dekat akan dilakukan serah terima dan MOU, soal penggunaan aset sitaan negara dari salah satu gembong narkoba (Pony Tjandra). Di hari Senin mendatang, rencananya akan diserahterimakan langsung ke Kepala BNN, setelah tiga yang tahun lalu disita. Rumah ini nilainya mencapai Rp 17-20 miliar saat hendak dilelang beberapa waktu lalu," papar Slamet, Kamis (16/2/2017).

Rumah itu lokasinya tak jauh dari kediaman Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Slamet, rumah itu merupakan aset sitaan dari kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Pony Tjandra. Selain rumah itu, aparat juga menyita 11 item, termasuk sejumlah mobil dan motor mewah.

"Adapula 11 item lainnya yang disita diantaranya berupa 1 unit rumah mewah yang ada di Cempaka Baru Kemayoran, 1 unit mobil merk Jaguar, 1 unit mobil Honda Oddyseey, 2 unit jetski, 3 unit Harley Davidson, 29 item perhiasan, dan 6 sertifikat tanah yang merupakan hasil TPPU, dari barang haram tersebut," tutur Slamet.

"Lokasi rumah ini persis di tepi laut, dan ini (posisi tepi laut) sangat memungkinkan membawa barang bukti (narkoba). Maka dengan keberadaan BNN di Jakarta Utara ini, setidaknya dapat mudah mendeteksi dan hingga melakukan penangkapan para bandar dengan modus jalur laut," tambahnya.

Slamet mengatakan, rumah tersebut nantinya akan menjadi pos pantau interdiksi, kantor cabang operasional dan juga safe house dari para bandar tangkapan BNN Pusat, yang punya akses sekitar perairan Teluk Jakarta ataupun Jakarta Barat.

Slamet mengaku, warga setempat sempat mengeluh akan suara bising dari rumah tersebut saat Pony Tjandra tinggal bersama sang istri, yakni Santi (47).

"Rumah ini dahulunya saat masih dihuni oleh tersangka ini (Pony Tjandra dan Santi) warga yang di ada di sini ya selalu mengeluhkan akan suara bising dentuman musik dari atas (Lantai 3). Sebab, di lantai 3 rumah ini ternyata tempatnya para bandar narkoba berkaraoke dan berpesta narkoba. Di hari Kamis malan, atau malam minggu, pasti bising. Selain itu, pelaku bandar itu datang ke rumah ini dengan dua unit kapal speedboat dan disandarkan di belakang rumah ini," jelas Slamet.

Di rumah bak istana tersebut kini telah terpajang sebuah kertas yang ditempel, serta bertuliskan 'Tanah dan Bangunan Ini Telah Disita Oleh Kejaksaan Tinggi Negeri Jakarta Pusat'. Tak hanya itu, bagian atap di rumah itu kini amburadul dan banyak yang bolong.

Di setiap lantainya, rumah tersebut nampak mewah baik di dalam maupun terlihat di bagian luarnya. Tidak ditemukan barang mewah, melainkan seluruh ruangan tersebut telah kosong. Aparat BNN tengah memantau rumah itu dan mengecek satu persatu ruangannya.

Pony Tjandra merupakan salah satu bandar jaringan Aceh dengan nilai transaksi mencapai Rp 600 Miliar. Oleh pihak BNN, Pony diciduk bersama istrinya pada 25 September 2014 lalu.

Keduanya pun telah terbukti bersalah lantaran memiliki 57 ribu butir pil ekstasi yang diseludupkan melalui jalur laut‎. Para pelaku ini pun menyembunyikan barang bukti di ruang kosong di eternit lantai dua rumah tersebut.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help