WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Lubang Hiasi Akses Jalan Menuju Jembatan Cinta di Pulau Tidung

Berdasarkan informasi warga RW 02 Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, kerusakan di Jalan Timur sudah terjadi sejak satu atau dua bulan lalu.

Lubang Hiasi Akses Jalan Menuju Jembatan Cinta di Pulau Tidung
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Jalan Timur RT 03/02 Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, rusak, Kamis (16/2/2017). 

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU - Jalan Timur RT 03/02 Pulau Tidung yang sering dilintasi para wisatawan menuju Jembatan Cinta, rusak. Hingga kini, jalan tersebut belum diperbaiki pemerintah.

Berdasarkan informasi warga RW 02 Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, kerusakan di Jalan Timur sudah terjadi sejak satu atau dua bulan lalu. Bagian tengah jalan itu amblas dan membentuk lubang yang cukup besar.

Warga setempat pun memberikan tanda agar wisatawan dan warga lainnya berhati-hati saat melintasi jalan itu. Warga di lokasi memberikan tanda dengan pipa dan ranting daun.

"Ini jalan merupakan akses utama para warga, bahkan wisatawan, untuk dapat berkunjung ke ikonnya Pulau Tidung, Jembatan Cinta. Jika dibiarkan begini, ya Insya Allah tidak terjadi kecelakaan, tapi apa enaknya dibiarkan? Enak dilihatnya juga enggak. Malu sama wisatawan yang berkunjung ke sini," tutur Ade (31), warga setempat, Kamis (16/2/2017).

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi langsung menanggapi kerusakan di Jalan Timur. Ia bahkan menyebut Jalan Timur adalah salah satu dari 20 titik jalan rusak di wilayah Kelurahan Pulau Tidung.

"Terhitung ada 20 titik ruas jalan di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, yang rusak dan berlubang. Kondisi tersebut memang membahayakan warga, bahkan bagi wisatawan yang sering melintas. Banyaknya kerusakan jalan, diakibatkan juga dari cuaca yang saya katakan cukup ekstrem," paparnya.

Ekstremnya cuaca, lanjut Cecep, juga merusak jalan di bekas galian instalasi pengelohan air limbah (IPAL). Paving block di beberapa jalan di Kelurahan Pulau Tidung pun jadi rusak.

"Kondisinya banyak paving block yang amblas dan tak beraturan. Apalagi kondisi curah hujan terus-menerus dan menimbulkan banyak genangan di beberapa lokasi," tuturnya.

Sementara, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu Mustajab menjelaskan, pihaknya sudah memantau dan tahu soal keluhan warga terhadap jalan rusak di bekas galian penanaman pipa atau jaringan IPAL.

"Sedang kami lakukan pemeliharaan, karena kontraktor masih memiliki kewajiban agar dapat memelihara selama 360 hari. Pihak kontraktor, sesuai hasil rapat, menyelesaikan perbaikan jalan hingga mainhole yang belum berfungsi baik, selama 1,5 bulan," jelasnya. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help