Riswan Sudah Menipu 50 Orang dengan Mengaku sebagai Petinggi Pelni

Untuk meyakinkan barang elektronik pelaku yang akan ditawarkan ke korban, dia langsung mengajak para korban itu ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Riswan Sudah Menipu 50 Orang dengan Mengaku sebagai Petinggi Pelni
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Wajah penipu. Modus kejahatan yang dilakukannya yakni menawarkan ponsel serta berbagai barang elektronik yang harganya itu pun terbilang murah. Barang-barang tersebut, disebutkan pelaku di depan korbannya merupakan barang sitaan dari Direktorat Jenderal Bea-Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Seorang pria pengangguran, yakni Riswan (53) dibekuk Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, di ruas Jalan Cibubur, Jakarta Timur, pada Senin (13/2/2017) sore.

Pria pengangguran tersebut ditangkap lantaran telah melakukan penipuan sebanyak 50 orang, dengan cara bermodus mengaku-ngaku sebagai seorang pejabat tinggi, di PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

"Pria pengangguran ini mengaku-ngaku pejabat tinggi, di PT Pelni. Pengakuannya, disalahgunakannya dengan telah melakukan penipuan. Bahkan, penipuan yang dilakukan si Riswan ini sejak 2013 lalu dan terhitung lebih 50-an orang yang sudah menjadi korban penipuannya," ucap Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, pada Selasa (14/2/2017).

Pria yang akrab dikenal dengan sapaan Robert itu akui jika pelaku Riswan dibekuk di Jalan Cibubur Jakarta Timur.

Dia kembali mengatakan, tak hanya mengaku-ngaku petinggi di PT Pelni pelaku juga mengaku ke korbannya itu petugas Kepolisian Perairan atau Polair.

"Modus kejahatan yang dilakukannya yakni menawarkan ponsel serta berbagai barang elektronik yang harganya itu pun terbilang murah. Barang-barang tersebut, disebutkan pelaku di depan korbannya merupakan barang sitaan dari Direktorat Jenderal Bea-Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok. Penipuaannya dilakukan ya langsung mendatangi si korban secara acak. Kemudian, untuk meyakinkan barang elektronik pelaku yang akan ditawarkan ke korban, dia langsung mengajak para korban itu ke Pelabuhan Tanjung Priok guna mendapatkan barangnya itu," katanya kembali.

Robert melanjutkan,"Korbannya, oleh pelaku tersebut lalu dimintakan uang sebelum memberikan barang yang nanti akan dibeli oleh korbannya. Setelah uang berhasil didapat, pelaku langsung meminta korbannya untuk menunggu, di depan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, kenyataan sebenarnya korban ini dibohongi oleh pelaku. Pelaku, saat itu sudah melarikan diri membawa uang tersebut.

Mendapatkan laporan cukup banyak dari para korban dari aksi penipuan yang dilakukan Riswan, dipaparkan Robert, langsung ditindaklanjuti dengan menelusuri ciri wajah dan tubuh pelaku.

"Tak memakan waktu lama, saat itu juga pelaku pun sudah berhasil dibekuk paksa oleh Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Awalnya, pelaku mengaku ke petugas kalau merasa tak melakukan penipuan. Bahkan, ia berupaya lari dari tangkapan petugas. Kami yakin, dengan barang yang berhasil kami sita diantaranya baju batik yang dipakainya, beserta kartu identitas PT Pelni palsu yang juga digunakan untuk menipu korban, serta sebuah topi polisi," paparnya.

Dikatakan Robert, pengakuan sementara pelaku terpaksa melakukan penipuan lantaran terhimpit ekonomi. Bahkan, diakui pelaku jika tengah membutuhkan kendaraan motor untuk mencari kerja.

"Atas perbuatannya, Riswan disangkakan pasal 378 KUHP. Kasus ini ditangani oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok," ucapnya kembali.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved