Respons KPU DKI Terhadap Alat Sosialisasi Bukan APK

Sesuai ketentuan peraturan KPU, APK harus segera dibersihkan atau dicopot, ketika memasuki masa tenang 12-14 Februari 2017.

Respons KPU DKI Terhadap Alat Sosialisasi Bukan APK
Warta Kota/Faizal Rapsanjani
Contoh iklan sosialisasi untuk menyukseskan Pilkada DKI Jakarta sudah terpasang, ketika memasuki hari tenang. Seperti yang terpampang di Jalan TB Simatupang, tepatnya perempatan lampu merah RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Betty Epsilon Idroos, selaku Komisioner KPU DKI Jakarta menjelaskan mengenai reklame ataupun spanduk yang memuat foto ketiga pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta, bukan merupakan perangkat Alat Peraga Kampanye (APK).

Pasalnya, sesuai ketentuan peraturan KPU, APK harus segera dibersihkan atau dicopot pemasangannya ketika memasuki masa Minggu tenang 12-14 Februari 2017.

Menanggapi hal tersebut, Betty menerangkan bahwa reklame dan jenia lainya merupakan bahan sosialisasi dari KPU DKI untuk warga soal Pilkada DKI yang tinggal beberapa hari menyambut hari pemungutan suara 15 Februari.

"APK yg difasilitasi KPU utk paslon iya mas (dibersihkan). Tp bahan sosialisasi KPU, tidak," kata Betty ketika dihubungi Warta Kota, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Pantauan Warta Kota, iklan sosialisasi untuk menyukseskan Pilkada DKI Jakarta sudah terpasang, ketika memasuki hari tenang.

Seperti billboard yang terpampang di Jalan TB Simatupang, tepatnya perempatan lampu merah RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dalam bahan sosialisasi itu, tertulis di bagian atas "Dukung dan sukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2017".

Kemudian pada bagian bawah juga diingatkan hari pencoblosan serta jam Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka hingga selesai.

"Itu bahan sosialisasi diproduksi oleh KPU utk mengingatkan pemilih," kata Betty.

"Alat peraga kampanye berupa spanduk baliho umbul2 yg disiapkan sesuai dgn ukuran yg sudah ditetapkan bagi masing-masing paslon. Diproduksi oleh KPU sbgai bentuk fasilitasi KPU DKI Jkt dan kemudian dipelihara dan dijaga oleh masing2 paslon," paparnya soal APK.  (Faizal Rapsanjani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help