WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Aksi Damai 112

Masjid Istiqlal Belum Kantongi Nama Pengisi Zikir dan Tausiyah Penerapan Al Maidah 51

Zikir dan Tausiyah Nasional untuk Penerapan Surat Al-Maidah 51 untuk Wajib Pilih Pemimpin Muslim & Haram Pilih Pemimpin Kafir

Masjid Istiqlal Belum Kantongi Nama Pengisi Zikir dan Tausiyah Penerapan Al Maidah 51
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi peserta aksi. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Pihak Masjid Istiqlal sudah mengantungi urutan acara aksi 112 bertajuk Zikir & Tausiyah Nasional untuk Penerapan Surat Al-Maidah 51: Wajib Pilih Pemimpin Muslim & Haram Pilih Pemimpin Kafir' yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam (FUI).

Abu Hurairah selaku Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal mengatakan, pemberitahuan resmi baru disampaikan kepada pihaknya, tadi siang.

"Acara besok dimulai sholat subuh berjamaah, yang sholat di Istiqlal itu mereka yang datang dari luar DKI Jakarta. Bagi masyarakat DKI Jakarta, sholat subuh di masjid masing-masing. Diperkirakan mereka akan datang jam 8 jam 9 pagi," ujar Abu di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).

Baca: Kecelakaan Beruntun Libatkan 30 Mobil Lebih di Ruas Tol Ancol-Tanjung Priok

Kemudian, acara dilanjutkan dengan tausyiah yang akan disampaikan oleh Ustad Arifin Ilham. Lalu kajian tasawuf oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Acara tersebut akan berlangsung dari pagi hari hingga jam 09.30.

Urutan acara, kemudian berlanjut ke acara tausiyah oleh KH Abdul Rosyid Abdullah dari Asyafiiah dan AA Gym hingga menjelang salat zuhur.

"Setelah sholat dzuhur, akan ada lagi tausyiah dari pihak panitia, GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia)," katanya.

Baca: Massa Aksi 112 Diharapkan Irit Air karena Mesin Pompa Air Masjid Istiqlal Sudah Tua

Kendati demikian, belum ada nama-nama dari pihak GNPF MUI yang terkonfirmasi akan mengisi tausyiah setelah sholat dzuhur. Hal tersebut lantaran panitia penyelenggara masih mendiskusikannya terlebih dahulu.

Terkait isi tausyiah yang dikhawatirkan berbau politis, Abu menerangkan sudah menyampaikan hal tersebut kepada pihak panitia. Respons yang diberikan penyelenggara, sambung Abu, cukup positif.

"Sudah kami bicarakan kepada panitia bahwa Masjid Istiqlal merupakan simbol umat islam di Indonesia, tidak boleh ada kepentingan yang berbau politis di dalam sini. Isi ceramah kami harapkan sejuk dan tidak memprovokasi umat islam yang akan datang kesini," ucap Abu. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help