Baru 10 Kapal Ojek Jurusan Pulau Tidung-Kali Adem Didukung Asuransi Jasa Raharja

Dari ratusan kapal yang beroperasi di Kepulauan Seribu ternyata baru sepuluh unit yang didukung perlindungan Asuransi Jasa Raharja.

Baru 10 Kapal Ojek Jurusan Pulau Tidung-Kali Adem Didukung Asuransi Jasa Raharja
TRIBUNNEWS/YURIKE BUDIMAN
Bangkai kapal Zahro Express masih berada di sekitar dermaga Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (3/1/2017). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN-Kelurahan Pulau Tidung menyebutkan baru sepuluh unit kapal ojek yang sudah didukung perlindungan Asuransi Jasa Raharja.

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan, dengan adanya asuransi tersebut, para penumpang kapal ojek dapat mengklaim jika terjadi kecelakaan di laut. Klaim dengan melampirkan tiket kapal ojek yang dimiliki.

"Ada 10 kapal ojek tujuan Pulau Tidung-Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.  Penumpang kapal jurusan itu yang mempunyai tiket dan namanya terdaftar dalam manifest dapat mengklaim Asuransi Jasa Raharja,” terang Cecep, Jumat (10/2/2017).

Kesepuluh kapal itu adalah KM Zahro, KM Islani Ekpress, KM Napoleon, KM Dolphin, KM Cahaya Laut, KM Batavia, KM Putra Gangga, KM Anterja, KM Bisma, dan KM Hasbi. 

Cecep mengatakan berkaca akan musibah kecelakaan laut yang menerpa KM Zahro Express beberapa waktu lalu, penyertaan Asuransi Jasa Raharja itu sebagai bentuk antisipasi.

Dengan begitu para penumpang mendapatkan haknya atas perlindungan di perjalanan.

"Hanya saja, para pemilik kapal ini yang setidaknya untuk tetap mematuhi aturan. Jangan mengangkut penumpang, yang jumlahnya melampaui kemampuan kapalnya sendiri. Apalagi sudah jumlah penumpangnya kelebihan tak sesuai juga jumlah life jacket-nya. Setidaknya harus sesuai dengan manifest itu sendiri. Meskipun ada asuransinya, aturannya pun juga harus ditaati demi keselamatan bersama,” papar Cecep kembali.

Tidak hanya life jacket, Cecep meminta secara tegas kepada seluruh pemilik kapal ojek agar menyiapkan lebih dari tiga alat pemadam api ringan (APAR). Alat ini untuk mengantisipasi kebakaran di tengah laut.

"Seluruh pemilik kapal ojek harus memiliki APAR sebanyak lebih dari tiga alat. Jumlahnya disesuaikan saja. Ini sebagai bentuk antisipasi apabila kapal mengalami korsleting atau ada percikan api dari mesin dan lain-lain. Perlunya sebuah sistem keamanan tinggi selama berlayar. Baik dari sifatnya kecil atau besar (kecelakaan). Lalu, kedepannya, kami pun sesegera mungkin akan melaksanakan pelatihan bagi para nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) dalam menggunakan APAR. Sehingga mereka bisa mengatasi tanpa kepanikan," paparnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help