Kapolda Metro Jaya Mengecam Rencana Long March 112 Ulangi Sukses 212

Kegiatan itu, selesai sholat subuh berjamaah para anggota unjuk rasa itu akan berjalan kaki dari Masjid Istiqlal menuju ke Monumen Nasional atau Monas

Kapolda Metro Jaya Mengecam Rencana Long March 112 Ulangi Sukses 212
WARTA KOTA/Faizal Rapsanjani
Ilustrasi. KPU DKI Jakarta menggelar pertemuan dengan Plt Gubernur DKI, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, dan Bawaslu DKI, terkait pembahasan keamanan dan pertahanan persiapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Selasa (7/2/2017). 

WARTA KOTA, KELAPA GADING -- Sekelompok Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam diketahui akan menggelar Long March, yang bertema 'Jalan‎ Sehat Spirit 212 Tegakkan Al Maidah Ayat 51' Sabtu (11/2/2017).

Mengetahui akan aksi tersebut yang sekaligus mendekati momen kampanye terakhir para Pasangan Calon (Paslon) Calon Gubernur (Cagub), dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, pihak kepolisian akan melakukan tindakan cukup tegas.

"Terkait hal itu, kami dari kepolisian juga sudah mendapatkan informasi dengan surat yang sudah datang ke Polda Metro Jaya. Isi surat berisikan bahwa tanggal 11 Februari 2017, akan ada kegiatan ormas-ormas Islam. Kegiatan itu, selesai sholat subuh berjamaah para anggota unjuk rasa itu akan berjalan kaki dari Masjid Istiqlal menuju ke Monumen Nasional atau Monas ke Bundaran HI. Kemudian, massa aksi akan datang kembali ke Monas, dan membubarkan dirii," kata Irjen Pol Mochamad Iriawan di Kawasan Kelapa Gading tepatnya di Time Futsal Kelurahan Pegangsaan Dua pada Selasa (7/2/2017).

Baca: Buzzer Ahok Rekayasa Foto OK OCE Jadi Meme Berbau Mesum dan Jorok

Namun Iriawan mengaku melarang keras atau tidak perbolehkan terkait akan aksi tersebut. Menurutnya sesuai dengan Pasal 9 Tahun 1998 yang diketahui tentang penyampaian pendapat di muka umum diungkapkan Iriawan‎ melanggar aturan.

"Sebab, mereka massa aksi akan berjalan ke Thamrin jelas mengganggu ketertiban umum, norma-norma yang ada. Sehingga mengganggu para masyarakat yang sedang melakukan kegiatan di sana. Makanya kami‎ itu melarang kerasa mereka soal pelaksanaan Long March tersebut," papar Iriawan kembali.

Menyebut Pasal 16 Ayat 1 tentang kewenangan kepolisian, ucap Iriawan jika pihak kepolisian secara tegas akan membubarkan paksa, untuk para masyarakat yang coba melakukan Long March pada 11 Februari 2017. Ia juga mengatakan, bila ditemukan pelaku aksi yang mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas, langsung ditangkap.

"Bagi yang melakukan perlawanan, kami akan melakukan penangkapan langsung. Itu artinya membawanya untuk kita amankan langsung, serta meminta pertanggungjawaban. Sehingga dia tidak melakukan tindakan tersebut. Namun, bagi penanggungjawab aksi itu yang melakukan akan tindak pidana dengan kenakan sanksi, sesuai undang-undang berlaku di pasal 16 tadi," katanya.

Baca: Anies Tidak Bisa Tutupi Rasa Kecewa Kunjungi Warga di Reruntuhan Kampung Akuarium

Akan tetapi, Iriawan tetap mempersilahkan para pelaku aksi, melakukan‎ pengajian di Masjid Istiqlal pada 11 Februari 2017 mendatang. Tetapi Ia menegaskan jika melarang keras pelaksanaan aksi Long March tersebut.

"Tidak diperbolehkan Long March," kata Iriawan.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved