Muncul Wacana Hak Angket Penyadapan Telepon, Nasdem Menolak

Nasdem menolak wacana pengajuan hak angket yang digulirkan Fraksi Partai Demokrat terkait dugaan penyadaan telepon terhadap SBY

Muncul Wacana Hak Angket Penyadapan Telepon, Nasdem Menolak
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers di Wisma Proklamasi 42, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017) sore. 

WARTAKOTA, SENAYAN-- Fraksi Partai Nasdem menolak wacana pengajuan hak angket yang digulirkan Fraksi Partai Demokrat terkait dugaan penyadaan terhadap telepon Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem, Johnny G Plate menilai wacana tersebut masih sangat prematur dan tak berdasar.

Baca: Curiga Teleponnya Disadap, SBY Teringat Skandal Watergate

Wacana pengajuan hak angket juga dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap penegakan hukum.

Baca: Breaking News: SBY Curiga Ponselnya Disadap Setelah Kolega Segan Bicara Lewat Telepon

"Kami tidak mendukung usulan inisiatif hak angket ini karena berpotensi memebgaruhi proses pengadilan dan akan mengganggu stabilitas politik yang justru akan merugikan negara, khususnya di bidang pembangunan ekonomi," kata Johnny melalui pesan singkat, Kamis (2/2/2017).

Ia berpendapat, seharusnya DPR justru mengawasi jalannya proses peradilan agar berlangsung secara adil dan jujur.

DPR juga sebaiknya lebih berkonsentrasi menyelesaikan tugas politik yang menumpuk, salah satunya menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) sebagai prioritas karena ditargetkan rampung April 2017.

Secara substansi, ia menilai, usulan hak angket masih bersifat dugaan atas kemungkinan penyadapan.

Sementara, Badan Intelijen Negara (BIN) telah mengklarifikasi bahwa informasi tersebut bukan bersumber dari BIN.

"Isu penyadapan hanya sebagai interpretasi dan dugaan dari pihak yang merasa dirugikan, namun tidak ada basis data dan bukan fakta di persidangan," ujar Anggota Komisi XI DPR itu.

Tak hanya menolak usulan tersebut, Fraksi Nasdem juga berencana mengajak fraksi-frak

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved