WartaKota/

Ajang Solo Great Sale Hadir di Sepanjang Februari 2017

Solo Great Sale berlaku di semua pusat perdagangan dan perbelanjaan, hotel dan restoran, pertokoan, serta outlet bisnis lainnya yang ada di Kota Surak

Ajang Solo Great Sale Hadir di Sepanjang Februari 2017
KOMPAS.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Ajang diskon Solo Great Sale (SGS) kembali hadir sepanjang bulan Februari 2017. Pada kali ketiga diselenggarakannya acara tahunan ini, SGS mengangkat tema “Ceria Bersama Pesona Belanja Kota Budaya”.

Solo Great Sale berlaku di semua pusat perdagangan dan perbelanjaan, hotel dan restoran, pertokoan, serta outlet bisnis lainnya yang ada di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

“Selama satu bulan SGS 2017 diproyeksikan menghasilkan transaksi sebesar Rp 200 miliar, atau naik 30 persen dari capaian tahun lalu Rp 125 miliar. Kunjungan wisatawan ditargetkan 250.000 orang, yang menginap di hotel 150.000. Maka event ini betul-betul akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal di Solo dari sektor pariwisata,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (16/1/2017).

Shopping dan culinary, kata Arief Yahya, merupakan 45 persen dari 60 persen portofolio pariwisata.

"Jadi persentasenya sangat besar. Pariwisata itu 60 persen culture, 35 persen nature, 5 persen man made. Dari 60 persen yang culture itu, 45 persennya diborong oleh shopping and culinary. Karena itu Solo Great Sale 2017 ini menjadi sangat strategis,” jelas Arief.

Menpar juga mengapresiasi penyelenggaraan SGS 2017 ini sebagai upaya mempromosikan dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Solo.

Ia mengatakan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang tahun ini menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 265 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Biasanya bila Januari bertepatan dengan musim liburan Hari Raya Imlek akan terjadi lonjakan kunjungan wisman. Selanjutnya pada Februari akan terjadi penurunan kunjungan wisman. Bulan Februari 2017 kemungkinan akan low season sehingga perlu upaya kreatif antara lain menggelar event menarik seperti penyelenggaraan SGS 2017 yang masuk sebagai kalender pariwisata nasional,” ujar Arief.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan SGS 2017 ini merupakan upaya untuk menggerakan perekomian masyarakat maupun dunia usaha.

Ia mengatakan sektor yang akan terpacu adalah perbankan, hotel, properti, maskapai penerbangan, kereta api, dealer mobil dan motor, bengkel, restoran, travel agent, jasa transportasi, pertokoan, toko elektronik, butik, distro, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, komunitas sentra industri, klinik kecantikan, spa dan salon kecantikan, serta semua perusahaan produk barang maupun jasa di wilayah Solo Raya.

“Ini sekaligus komitmen Pemkot Surakarta dan KADIN Kota Surakarta dalam memperkuat branding dan mendorong iklim bisnis dan investasi yang kondusif bagi pelaku usaha di Surakarta. Apalagi bila melihat siklus pergerakan ekonomi dan bisnis yang terjadi di bulan Februari, hampir seluruh sektor usaha mengalami perlambatan (low season) untuk itu diperlukan stimulasi kegiatan promosi efektif yang mampu lebih menggeliatkan ekonomi,” kata FX Hadi Rudyatmo.

Untuk memeriahkan SGS 2017, lanjutnya, acara itu akan diintegrasikan dengan berbagai kegiatan lain selama Februari 2017 di Kota Solo.

Sejumlah acara tersebut adalah Solo Imlek Festival (Chinese Traditional & Culinary and Flying Lampion), Haul Habib Ali Bin Muhammad al Habsyi, Grebeg Sudiro (sedekah bumi, grebeg & kembang api), Festival Jenang, Hari Jadi Kota Solo, Pameran Produk UKM, festival seni budaya, Solo Fashion Paradise, Otomotif & Real Estate Expo, Solo Karnaval, kreativitas tenant, dan hiburan lainnya.

Penyelenggaraan event SGS dalam dua tahun terakhir menghasilkan kenaikan omzet yang siginifikan.

Penyelengaraan SGS tahun 2015 yang diikuti 571 tenant menghasilkan omzet Rp 80 miliar, SGS 2016 diikuti 1.206 tenant mengasilkan omzet Rp 161 miliar, sedangkan SGS 2017 yang akan diikuti 1.500 tenant ditargetkan akan menghasilkan omzet Rp 200 miliar. (Wahyu Adityo Prodjo)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help