Pilkada DKI Jakarta

Timses Klaim Dukungan ke Ahok-Djarot Meningkat setelah Debat Jilid Dua

"Setelah debat kedua kemarin saya juga lebih yakin bahwa Ahok-Djarot akan memenangkan pilkada DKI ini hanya dalam satu putaran saja," tegasnya.

Timses Klaim Dukungan ke Ahok-Djarot Meningkat setelah Debat Jilid Dua
Warta Kota/Feryanto Hadi
Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)–Djarot Saiful Hidayat, David Rahardja dan Prasetio Edi Marsudi (kiri). 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat, David Rahardja optimistis pasangan nomor urut dua itu akan memenangkan Pilkada DKI Jakarra dalam satu putaran.

Hal ini, menurut David, bisa dilihat dari progres dukungan dari masyarakat yang menurutnya semakin agresif dalam memberi dukungan kepada Ahok-Djarot setelah debat pilkada pertama dan ke dua.

"Debat kandidat telah membuat masyarakat Jakarta lebih berpikiran terbuka untuk memilih Ahok-Djarot, dan itu terbukti saat kita survei di lapangan maupun di setiap kegiatan selalui dibanjiri massa pendukung," kata David Rahardja dalam siaran resminya, Senin (30/1).

David juga mengatakan banyaknya warga yang mendukung Ahok-Djarot lantaran pasangan tersebut sudah jelas programnya dan sudah terbukti dalam memimpin Jakarta.

"Setelah debat kedua kemarin saya juga lebih yakin bahwa Ahok - Djarot akan memenangkan pilkada DKI ini hanya dalam satu putaran saja," tegasnya.

David mengatakan, terkait relokasi warga di sejumlah bantaran sungai yang kerap menjadi senjata paslon lain untuk menyerang Ahok-Djarot, menurutnya banyak masyarakat yang berpikiran terbuka dengan menulai relokasi merupakan langkah tepat.

"Lebih tidak berperikemanusian pemimpin yang membiarkan rakyatnya tinggal di pinggiran kali yang berisiko besar bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain. Maka sudah benar dilakukan relokasi ke tempat yang lebih layak sehingga warga masyarakat dapat hidup lebih nyaman dan sehat," kata David lagi.

Dalam kesempatan itu, David juga menghimbau agar semua pendukung Ahok - Djarot tetap makin merapatkan barisan terutama dalam mengamankan suara-suara di TPS mulai dari tempat pencoblosan sampai pencatatan serta pengiriman suara.

"Maka itu haruslah ada saksi-saksi yang mencatat kalo perlu mendokumentasikan hasil-hasil yang didapat supaya tetap sama seperti hasil saat pencoblosan. Karena ini lah kunci akhir dari Pilkada ini yaitu pengamanan suara-suara hasil pilkada di TPS yang tersebar di seluruh DKI sekitar 15.000 TPS dari sekitar 7 juta pemilih," pungkasnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved