AXIQoe.com Dukung Akselerasi Pengadaan Barang yang Transparan

PT AXI melalui layanan belanja e-commerce AXIQoe.com, sejak 9 September 2016 lalu telah resmi menjadi penyedia e-katalog LKPP.

AXIQoe.com Dukung Akselerasi Pengadaan Barang yang Transparan
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SETIABUDi -- PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) bersama Lembaga Kajian Pengadaan barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terus mensosialisasikan pentingnya implementasi e-katalog demi mendukung akselerasi pengadaan barang pemerintah yang transparan.

PT AXI melalui layanan belanja e-commerce AXIQoe.com, sejak 9 September 2016 lalu telah resmi menjadi penyedia e-katalog LKPP.

Presdir PT AXI, Sahat Sihombing mengatakan bahwa dengan menjadi penyedia e-katalog, AXIQoe.com akan melayani pembelian barang oleh instansi pemerintah di mana pun berada.

“Hari ini kami lakukan sosialisasi kepada perwakilan 33 kementerian, sebelumnya kami juga sudah lakukan sosialisasi soal e-katalog ini ke beberapa daerah diluar Jabodetabek,” ungkap Sahat Sihombing di Hotel Raffles, Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).

Menurut Sahat, setiap produk AXI yang dimuat dalam e-katalog LKPP telah melalui tahapan riset pasar sehingga mampu menjawab kebutuhan barang di kementerian, lembaga, satuan kerja perangkat daerah, dan instansi.

“Jadi harga yang diperoleh pemerintah adalah harga yang terkoreksi oleh pasar. Ini lebih terbuka dan transparan, semua bisa melihat, nggak bisa lagi ditutupi,” imbuhnya.

Sahat menyebutkan, nilai transaksi total belanja negara melalui e-purchasing berbasis e-katalog pada 2015 mencapai Rp31,12 triliun.

Pada tahun 2016, angka belanja tersebut naik menjadi Rp50,79 triliun dan pada Januari 2017 menjadi Rp1,4 triliun.

Jumlah produk yang tayang di e-katalog sampai 24 Januari 2016 tercatat sebanyak 73.836 produk.

“Hanya sebagian produk AXI yang dikirimkan ke e-katalog, jumlahnya masih sekitar ribuan item, belum sampai puluhan ribu. Kami memang lakukan scaling, jangan sampai semua barang kita upload ke e-katalog. Nanti bertahap, kalau perputarannya bagus, baru kita upload lagi. Tujuannya agar barang yang di upload itu memang berkualitas dan memang dibutuhkan,” bebernya.

Sahat menambahkan bahwa core business AXI sebenarnya adalah business to business (B2B), tapi tidak menutup kemungkinan juga dilakuan business to consumer (B2C) atau business to government (B2G) yang terkoneksi dengan e-katalog.

Saat ini, kata dia, komposisi volume transaksi paling tinggi secara berurutan masih pada B2B, B2C, baru terakhir B2G.

“Untuk B2C, kami dorong tidak terlalu besar, karena karakter bisnis kami arahnya tidak kesitu. Ke depan kami harap komposisinya berubah, volume terbanyak jadi B2G, disusul B2B, baru kemudian B2C. Berapa persen kenaikannya, saya belum bisa jawab,” kata Sahat.

AXI saat ini memiliki jangkauan layanan melalui jaringan distribusi dan pelayanan Astragraphia di 32 kantor cabang dan 92 titik layanan yang mampu menjangkau 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.  

AXI menggandeng perusahaan pengiriman barang Layan Gerak Express (LGX) sehingga pengiriman barang lebih bisa dimonitor, aman dan efisien. (chi)

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved