Habib Rizieq Akan Diperiksa Polisi Soal Gambar Palu Arit di Uang Baru

Dia akan diperiksa menjadi saksi terlapor terkait kasus yang menyebut-nyebut uang baru yang dikeluarkan Bank Indonesia terdapat gambar palu arit.

Habib Rizieq Akan Diperiksa Polisi Soal Gambar Palu Arit di Uang Baru
Tribunnews.com
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memanggil imam besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).

Dia akan diperiksa menjadi saksi terlapor terkait kasusnya yang menyebut-nyebut uang baru yang dikeluarkan Bank Indonesia terdapat gambar palu arit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengaku tidak melakukan persiapan khusus jelang pemeriksaan Habib Rizieq.

Dia mengatakan, Mapolda Metro Jaya adalah markas besar polisi dan tidak perlu pengawalan.

"Kasus yang dilaporkan elemen masyarakat berkaitan dengan pak Rizieq, Senin, 23 Januari 2017 kita panggil," kata Argo, Jumat (20/1/2017).

Habib Rizieq dipanggil masih sebagai saksi dalam laporan kasus menyebarkan berita bohong dan kebencian bermuatan SARA dalam ceramahnya yang dilaporkan Jaringan Muda Anti Fitnah (JIMAF) ke polisi beberapa waktu lalu.

"Saksi pelapor kan sudah dimintai keterangannya kemaren, begitu juga dengan saksi ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli IT sudah kita periksa," tuturnya.

Selain memanggil Habib Rizieq, penyidik juga menggagendakan pemeriksaan terhadap Dwi Estiningsih, netizen asal Yogyakarta terkait cuitan gambar pahlawan di mata uang rupiah baru yang disebutnya 'pahlawan kafir'.

"Agenda pemeriksaannya hari ini, tetapi belum tahu mau datang apa tidak. Hari ini dipanggil," ucap Argo.

Argo mengatakan, Dwi dipanggil sebagai saksi terlapor. Panggilan ini merupakan panggilan perdana.

Karena, sebelum memanggil Dwi, penyidik telah memeriksa saksi dan ahli. Saksi ahli yang sudah dimintai keterangan yakni ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE hingga ahli sosiolog.

"Ya tentunya kalau sudah panggil terlapor itu pasti sudah panggil saksi ahli," ucapnya.

Dwi dilaporkan oleh Ahmad Zaenal Efendi dari Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri). Ahmad menilai, cuitan Dwi itu telah menyebarkan rasa kebencian dan permusuhan bernuansa SARA.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved