Polisi dan Bea Cukai Tanjung Priok Kewalahan Buru Dua Tersangka Importir Methampethamin

Barang haram berasal dari Tiongkok, tapi polisi kesulitan mencari jejak kedua pelaku importir barang haram itu, H dan LJ.

Polisi dan Bea Cukai Tanjung Priok Kewalahan Buru Dua Tersangka Importir Methampethamin
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, saat menjelaskan temuan barang narkotika di dalam pompa air di Lantai V KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Rabu (18/1/2017). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Jajaran Direktorat (Dirjen) Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan kepolisian menyita narkotika jenis methamethamine 3,8 kilogram (kg), yang senilai Rp 5,4 miliar di wilayah Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (13/10/2016) silam.

Tetapi, barang haram berasal dari Tiongkok tersebut, polisi terbilang kesulitan mencari jejak kedua pelaku importir barang haram itu, H dan LJ.

"Ini masih kami dalami dan masih memburu kedua pelaki itu. Karena berdasarkan melalui pengembangan yang ada, alamat dan nama-nama pengirimnya ini sering kali fiktif. Selain itu, ada kemungkinan, pengiriman importasi 3,8 kilogram methampethamine yang modus operandinya menyimpan di Water Pump, serta lady hand bag ini, ada kaitannya kasus-kasus yang sudah diungka oleh kami dan pihak Bea dan Cukai Tanjung Priok," kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Mohammad Dafi Bastomi, Rabu (18/1/2017).

Diketahui, tersangka importir berinisial H, kata Dafi, beralamatkan di Pasar Gembrong Kios 5, Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur. Diakui Dafi, alamat tersebut fiktif.

"Tujuan alamat itu agar barang haram yakni 10 gasoline engine water pump yang dikirim dari pelabuhan GuangZhou. Di dalam water pump itu berisi 2.542 gram sabu. Sementara pelaku berinisial LJ, beralamat di Jalan Baru, RT 001/002 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Alamat ini juga fiktif. Barang yang akan dikirim itu berupa lady hand bag dari wilayah Pelabuhan di Hongkong. Di dalam tas itu juga berisi methampethamine seberat 1.326 gram," kata Dafi kembali.

Dijelaskan Dafi, apabila kedua pelaku tersebut tertangkap, akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Ia menyebut, kurungan penjara itu selama seumur hidup atau hukuman mati, atau selama 20 tahun.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved