Dua Proyek Perumahan Tanpa Izin Dihentikan secara Paksa oleh Satpol PP

Sebelum melakukan penghentian paksa kegiatan pembangunan, pihaknya telah melayangka surat teguran dan peringatan ke pengembang.

Dua Proyek Perumahan Tanpa Izin Dihentikan secara Paksa oleh Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pembangunan dihentikan. Dua perumahan itu adalah Perumahan Mutiara di Cagar Alam, dan perumahan di Rangkapan Jaya. Keduanya berada di Kecamatan Pancoran Mas, Depok dan memiliki puluhan unit perumahan. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Karena belum memiliki izin pembangunan yang jelas, dua proyek pembangunan perumahan di Kota Depok terpaksa dihentikan paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, awal pekan ini.

Dua perumahan yang kegiatan pembangunannya dihentikan sementara itu adalah Perumahan Mutiara di Cagar Alam, dan perumahan di Rangkapan Jaya. Keduanya berada di Kecamatan Pancoran Mas, Depok dan memiliki puluhan unit perumahan.

Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum Dan Pengamanan Pengawalan Satpol PP Depok, Diki Erwin, menuturkan penghentian kegiatan pembangunan itu dilakukan pihaknya setelah berkordinasi dengan pihak atau dinas terkait.

Dari kordinasi dipastikan bahwa pembangunan proyek kedua perumahan tersebut belum memiliki perizinan atau IMB (izin mendirikan bangunan) serta masih dalam prose pengurusan.

"Betul sekali, karenanya kita hentikan kegiatan pembangunan dua perumahan itu pada Senin dan Selasa kemarin," kata Diki, kepada Warta Kota, Rabu (18/1/2017).

Menurut Diki, penghentian kegiatan pembangunan dilakukan secara sementara, sembari menunggu pihak pengembang mengurus proses surat-surat perizinannya.

"Jika sudah keluar izinnya, minimal Izin Pemanfaatan Ruang atau IPR, maka proses peringatan dan teguran kami hentikan," katanya.

Meskipun begitu kata dia, selama izin masih dalam proses, pihak pengembang tidak boleh melakukan kegiatan pembangunan apapun di sana.

Diki menjelaskan, sebelum melakukan penghentian paksa kegiatan pembangunan, pihaknya telah melayangka surat teguran dan peringatan ke pengembang sebanyak 3 kali.

Karena tak juga diindahkan, akhirnya Satpol PP melakukan penghentian kegiatan di dua proyek perumahan itu pada Senin (16/1/2017) dan Selasa (17/1/2017),

Diki memastikan akan memonitor terus kegiatan disana untuk memastikan tidak ada kegiatan pembangunan lagi sebelum izin keluar.

"Meski kegiatan pembangunan kami hentikan, kami tidak menyegelnya. Karena untuk penyegelan ada proses berbeda," kata Diki.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved