Home »

News

» Jakarta

Kepala Sekolah Diwajibkan Menginap di STIP

Aturan Kepala Sekolah menetap tinggal di STIP untuk mengetahui lebih jauh keadaan di STIP dan mudah untuk dimonitoring.

Kepala Sekolah Diwajibkan Menginap di STIP
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Beberapa karangan bunga duka cita tepat di depan rumah seorang taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, yang tewas lantaran mendapat tindak kekerasan dari sejumlah seniornya di tingkat II pada Selasa (10/1/2017), kini ramai terpajang. 

WARTA KOTA, CILINCING -- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Captain Arifin Soenardjo mengatakan kejadian tindak penganiayaan seorang taruna tingkat I di STIP, Amirulloh Adityas Putra (18) oleh sejumlah senior Tingkat II, membuat pihaknya langsung menghentikan dua organisasi andalan di STIP, yakni Drum Band dan Pedang Pora, Senin (16/1).

Tak hanya membentuk tim investigasi internal di lingkungan STIP, Arifin mengakui jika seharusnya Ketua Sekolah STIP diwajibkan untuk tinggal di STIP.

"Pak Menteri Perhubungan sempat mengimbau, kalau harus ada kepala sekolah untuk menetap tinggal di STIP. Itu wahib, tak hanya memotong mata rantai kekerasan di STIP dengan secara langsung menghentikan organisasi Drum Band dan Pedang Pora, tapi pejabat di STIP, khususnya Kepala Sekolahnya harus tinggal menetap di sini (STIP). Guna biar ada yang mengawasi di sekitar lingkungan STIP, mau pagi, siang, sore dan pada malam hari," katanya.

Menurut Arifin, hal tersebut paling efektif hingga suasana menjadi benar-benar kondusif, perihal maraknya tindak penganiayaan terhadap senior ke junior.

Luas lingkungan di STIP mencapai 32 hektare, aturan Kepala Sekolah menetap tinggal di STIP untuk mengetahui lebih jauh keadaan di STIP dan mudah untuk dimonitoring.

"Maka dari itu awalnya ada peraturan yang para taruna harus jaga malam mulai dari jam 20.00-00.00 WIB, itu langsung kami hapuskan. Tak ada lagi taruna yang tugasnya jaga-jaga malam di sini namun Kepala Sekolah itu bersama instansi lain di sini yang berjaga-jaga. Ditotal ada 12-an orang lah yang melakukan pengawasan ketat," ungkap Arifin. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help