Home »

Depok

Penertiban Spanduk Liar

2016, Satpol PP Depok Tertibkan 5781 Spanduk, Baliho dan Atribut Liar

Rincian 5781 buah atribut yang ditertibkan itu, sebanyak 4742 berupa spanduk, 43 buah baliho, 70 bilboard, 926 atribut lainnya.

2016, Satpol PP Depok Tertibkan 5781 Spanduk, Baliho dan Atribut Liar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penertiban Spanduk liar di Jalan Raya Gandul, Cinere, Depok, Senin (18/7). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sepanjang 2016, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mencatat telah menertibkan sebanyak 5781 spanduk, baliho, bilboard dan atribut liar lainnya yang terpampang di sejumlah ruas jalan di Depok.

Rincian 5781 buah atribut yang ditertibkan itu, sebanyak 4742 berupa spanduk, 43 buah baliho, 70 bilboard, 926 atribut lainnya.

Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Depok Dudi Miraz di Balai Kota Depok, Kamis (12/1/2017).

Ia menyebutkan pihaknya akan terus melakukan penertiban spanduk, baliho dan bilboard liar lainnya di Depok, karena hal tersebut telah melanggar Perda Tibum Depok selain menganggu estetika kota.

Karenanya ia mengaku butuh masukan dan laporan dari warga agar penertiban bisa berjalan lancar.

"Sebab Satpol PP tidak dapat bergerak tanpa adanya bantuan dari masyarakat dan penegak hukum lainnya. Untuk itu kami mohon saran, masukan dan dukungannya agar seluruh program dapat berjalan dengan baik," kata Dudi.

Selain itu kata Dudi, sepanjang 2016, pihaknya juga telah berhasil menertibkan 196 bangunan liar (bangli) dan 192 pedagang kaki lima (PKL) liar, yang berada di 11 kecamatan di Depok.

Penertiban keberadaan bangli dan PKL liar itu dilakukan sebagai bentuk penegakkan Perda oleh Satpol PP, sekaligus penyelamatan aset dan lahan milik pemerintah.

"Penertiban yang kami lakukan selalu didahului dengan pendekatan persuasif dan edukatif. Ini semua untuk kenyamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih luas," kata Dudi.

Menurut Dudi, dalam penertiban tidak jarang pengelola atau pemilik bangli dan lapak PKL akhirnya membongkar sendiri bangunan mereka. Hal itu karena mereka akhirnya memahami bahwa berjualan atau mendirikan bangunan di bahu jalan atau lahan yang bukan peruntukkannya melanggar aturan dan menganggu kenyamanan masyarakat.

"Ini setelah sebelumnya kami lakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada mereka," katanya.

Pada 2017 ini, kata Dudi, pihaknya akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat atas Perda yang ada di Kota Depok, disamping akan terus melakukan penertiban atas bangli dan PKL liar di berbagai tempat di Depok yang saat ini masih ada.

"Penertiban untuk menegakkan Perda akan terus kami lakukan. Namun sebelumnya kami lakukan pendekatan persuasif dan edukatif dahulu pada mereka," kata Dudi.

Ia berharap dengan pemahaman yang diberikannya para pemilik bangli dan PKL liar tidak kembali berjualan di tempat terlarang setelah ditertibkan pihaknya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help