Transportasi Jakarta

Terkait Tingginya Halte Busway, Pemprov Klaim Takkan Susahkan Warga

"Kami sudah desain lift dan eskalatornya terutama untuk dua halte itu dulu. Yang lain akan kami pertimbangkan," ujar Yusmada saat meninjau halte bus

Terkait Tingginya Halte Busway, Pemprov Klaim Takkan Susahkan Warga
Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal dan pihak PT Transjakarta meninjau proyek jalur layang Transjakarta Koridor XIII Ciledug-Tendean di halte CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Tingginya halte layang bus Transjakarta koridor XIII Ciledug-Tendean menjadi pembahasan warga karena dinilai tidak ramah bagi calon pengguna, khususnya ibu hamil dan kaum disabilitas.

Namun, Pemprov DKI Jakarta mengklaim bahwa kondisi itu nantinya tidak akan membuat susah warga.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal, mengatakan, proyek pembangunan jalur busway koridor XIII hingga kini masih berlangsung.

Terkait tingginya sejumlah halte, Pemprov akan menyiasatinya dengan membangun eskalator atau lift.

Yusmada mengatakan, sepanjang jalur layang Ciledug-Tendean dengan total panjang 9,3 kilometer sekurangnya terdapat dua halte yang memang tinggi, yakni halte CSW, Kebayoran Baru, dan halte Cipulir, Kebayoran Lama dengan ketinggian mencapai 23 meter.

"Kami sudah desain lift dan eskalatornya terutama untuk dua halte itu dulu. Yang lain akan kami pertimbangkan," ujar Yusmada saat meninjau halte busway koridor XIII di halte CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).

Dikatakan Yusmada, pihaknya telah mendisain halte CSW dan Cipulir sedemikian rupa, sehingga nantinya ramah bagi penumpang, khususnya penyandang disabilitas dan ibu hamil.

Tak hanya itu, halte lain juga dipertimbangkan menggunakan eskalator demi kenyamanan penumpang.

"Poin yang paling penting, pemerintah tidak akan menyusahkan warga. Nanti akan kami siapkan eskalator atau lift dan itu nanti ada integrasi dengan MRT (mass rapid transit)," bilang Yusmada.

Yusmada pun menjamin struktur halte dibuat kokoh sehingga penumpang tidak perlu khawatir. Di sepanjang halte, pihaknya juga akan melengkapinya dengan memasang kamera pengawas (CCTV).

97 persen

Di sisi lain, Yusmada menjelaskan, proyek jalur layang Transjakarta Koridor XIII Ciledug-Tendean saat ini sudah mendekati garis finish, tinggal menyelesaikan pekerjaan struktur atas seperti pengaspalan dan pembuatan marka. Selain itu, kontraktor akan segera mengembalikan kondisi jalan raya yang terimbas proyek ke kondisi aslinya.

"Proyeknya sudah 97 persen. Kami menargetkan, pekerjaan fisik rampung pada bulan Februari mendatang. Setelah itu tinggal yang di bawah untuk menyediakan aksesibilitas yang mudah," tutur Yusmada.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, apabila Februari mendatang struktur atas selesai, bulan April diprediksi pembangunan rampung sehingga pihaknya bisa melakukan percobaan dua bulan ke depan, termasuk memberi pelatihan calon pengemudi bus koridor XIII.

Budi berharap, bertepatan dengan HUT DKI Jakarta ke-490 pada Juni mendatang, Jalan Layang Transjakarta Koridor XIII Ciledug-Tendean sudah dapat dioperasikan. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved