Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI Bakal Terapkan Sistem Punishment and Reward

Eng Hian, kepala pelatih ganda putri utama pelatnas PBSI, berambisi meningkatkan prestasi seluruh anak didiknya.

Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI Bakal Terapkan Sistem Punishment and Reward
badmintonindonesia.org
Eng Hian, kepala pelatih ganda putri utama pelatnas PBSI 

WARTA KOTA, SENAYAN - Eng Hian, kepala pelatih ganda putri utama pelatnas PBSI, berambisi meningkatkan prestasi seluruh anak didiknya.

Eng Hian pun mengaku sudah menyiapkan sebuah strategi baru untuk mendongkrak semangat para atlet di bawah pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, dalam menggeluti sejumlah kejuaraan, termasuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

"Saya akan terapkan sistem punishment and reward. Ini supaya pasangan ganda putri di bawah Grace dan Nitya bisa ikut bersaing, dan bukan hanya berstatus sebagai pelapis, tapi sebagai ganda unggulan. Tidak bisa lagi ada istilah 'pelapis'. Semua harus bersaing menjadi yang terbaik, " kata Eng Hian, Kamis (5/1/2017).

Greysia/Nitya merupakan ganda putri terbaik Indonesia saat ini. Berpasangan sejak 2008, keduanya masuk dalam jajaran 10 besar ganda putri terbaik dunua.

Keduanya pun sudah malang melintang mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan dunia, salah satunya saat meraih medali emas di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Eng Hian mengaku bakal menggeber para pemain utama sektor ganda putri utama, khususnya tiga pasangan di bawah Greysia/Nitya, yakni Della Destiara/Rosyita Eka Putri, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Rizky Amelia Pradipta/Tiara Rosalia Nuraidah.

Menurut Eng Hian, nantinya ia mengadakan evaluasi pencapaian target. Evaluasi akan dilakukan dua kali berdasarkan hasil pertandingan turnamen yang bakal digelar selama tahun ini.

"Yang pertama evaluasi enam bulan. Kalau selama enam bulan ada atlet yang tidak mencapai 60 persen target, dia harus out dari pelatnas. Lalu evaluasi kedua adalah evaluasi 12 bulan, di mana mereka harus mencapai target 80 persen. Kalau tidak bisa, ya out juga," jelas Eng Hian.

Bila ada atlet yang terpaksa keluar karena tidak memenuhi target evaluasi, Eng Hian mengatakan bahwa untuk menambalnya ia hanya perlu mengambil pemain dari ganda putri pelapis utama dan ganda putri pratama.

Metode ini, kata Eng Hian, sudah dibicarakan dan disetujui oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Halaman
12
Penulis: Banu Adikara
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help