Analisis

Refleksi Awal Tahun 2017 Upaya Ekstra untuk Hadapi Tekanan Perekonomian

Akibatnya, AS menerbitkan dana talangan 700 miliar dolar AS, Fed meluncurkan kebijakan suku bunga mendekati nol persen dan kebijakan uang murah.

Refleksi Awal Tahun 2017 Upaya Ekstra untuk Hadapi Tekanan Perekonomian
Tribunnews
Ichsanuddin Noorsy 

Oleh Ichsanuddin Noorsy*

Sejak krisis ekonomi global yang dimulai pada Juli 2008 dan ditandai dengan defisit neraca perdagangan Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Rakyat China (RRC) mencapai 323 miliar dolar AS, benturan kapitalisme, tepatnya negative zero sum game (perilaku saling menihilkan) atau tiji tibeh, hingga kini, masih terus berlanjut.

Dalam berbagai forum seminar dan diskusi, sejak Agustus 2008, saya menyampaikan analisis bahwa krisis kredit perumahan AS (Subprime Mortgage) adalah dampak dari kekalahan perang dagang AS melawan RRC.

Akibatnya, AS menerbitkan dana talangan 700 miliar dolar AS, Fed meluncurkan kebijakan suku bunga mendekati nol persen dan kebijakan uang murah, kebijakan fiskal pun ekspansif.

Hasilnya adalah Obama dipandang sukses memulihkan perekonomian AS walau pertumbuhan ekonomi tetap kecil dan lamban.

Tapi, sukses Obama justru dipandang sebagai kegagalan, ketika Hillary Clinton kalah melawan Donald
Trump, sebagian besar pemilu senat di negara bagian dimenangkan Partai Republik dan Rusia dinilai AS telah melakukan interferensi atas sistem informasi teknologi pemilu AS.

Trump menang karena isu memberi lapangan kerja kepada warga AS, menutup sistem ekonomi AS sebagaimana tudingan media Barat dan konglomerat Mexico Carlos Sim, dan melakukan perang dagang dan perang nilai tukar dengan RRC.

Dalam bentuk yang lain, Trump mengikuti jejak Inggris yang keluar dari Uni Eropa.

Memang, gagas nasionalisme Obama dengan kebijakan “beli Amerika” yang dilanjutkan Nicolas Sarkozy PM Prancis, dipandang sukses menjaga kepentingan nasional masing-masing.

Inggris Raya mengikuti jejak kebijakan tersebut dan Trump “mencuri”nya di tengah Hillary justru menggelorakan Trans-Atlantic Trade and Investment Partnership (TTIP) dan Trans Pacific Partnership (TPP).

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved