Polytron Targetkan Pertumbuhan 2017 Naik Dua Digit

Produsen ini menargetkan angka produksi piranti elektronik secara keseluruhan naik sebesar 15 persen di tahun 2017.

Polytron Targetkan Pertumbuhan 2017 Naik Dua Digit
Warta Kota/Ichwan Chasani
Ilustrasi. Suasana peluncuran Prime 7S, produk smartphone premium dari Polytron di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (1/11/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Polytron, produsen piranti elektronik, telekomunikasi dan perlengkapan rumah tangga yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah, menargetkan angka produksi piranti elektronik secara keseluruhan naik sebesar 15 persen di tahun 2017.

Marketing Director Polytron, Tekno Wibowo melalui siaran pers yang diterima Warta Kota, baru-baru ini mengatakan bahwa target angka produksi tersebut berimbang dengan proyeksi pertumbuhan untuk lini elektronik dan smartphone yang diperkirakan mencapai angka 15 persen.

"Walaupun untuk lini home appliances Polytron percaya diri pertumbuhan bakal lebih baik, namun Polytron tidak terlalu memasang target terlalu tinggi, mengingat tahun depan Indonesia akan diramaikan dengan pilkada," ungkap Tekno.

Tekno menambahkan, untuk produk smartphone di tahun 2017, Polytron juga akan lebih berkonsentrasi. Semua handphone milik Polytron sejak awal telah diproduksi di Indonesia. "Harapannya, tahun depan dapat meningkatkan produksi menjadi sekitar lima juta unit handphone per-tahun," sambung Tekno.

Bermula dari usaha memproduksi televisi tabung sekitar empat puluh tahun lalu, kini lini produksi Polytron telah sukses berkembang. Berbagai tantangan berat telah dilalui, termasuk kondisi krisis ekonomi tahun 1998. Produsen elektronik dalam negeri ini merintis usaha dari titik nol lewat perusahaan kecil yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah.

Di awal produksinya, Polytron harus bersaing dengan produk elektronik dari negara-negara Eropa. Selang beberapa tahun kemudian, juga gencar masuk produk elektronik dari negeri Matahari Terbit. Menyusul kemudian, muncul perangkat dari negeri Ginseng, dan kini bersaing dengan produk dari negeri Tirai Bambu.

Menurut Tekno, semangat inovasi dan percaya diri menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan Polytron hingga kini. Ekspansi teknologi digital saat ini juga berkembang sangat pesat. “Polytron mensiasati peluang tersebut pada perangkat elektronik-nya. Era digital dianggap telah membuat manusia memasuki gaya hidup baru yang lebih mudah dan praktis,” tutur Tekno.

Dia mencontohkan, pada mesin cuci Zeromatic Belleza, perabot ini memberikan kemudahan pada penggunanya berupa fitur Easy to Operate. Cukup satu sentuhan, proses mencuci berjalan otomatis, mulai dari menimbang beban cucian, menentukan kebutuhan air, pembilasan hingga pengeringan sehingga lebih hemat air dan listrik.

Fitur layar sentuh pada mesin cuci tipe ini juga dilengkapi dengan MO-TO Control (Move by Touch) dan Proximity Sensor dimana lampu panel akan menyala lebih terang saat panel disentuh dan dioperasikan.

Shasa Eva Marisah, PR Manajer Polytron menambahkan, produk Zeromatic Belleza itu sangat sempurna dengan adanya fitur/program baru dalam mencuci yaitu untuk mencuci baju Batik dan Baby Wear. “Pengguna kini tidak perlu khawatir lagi baju batik mahal kesayangannya rusak atau pakaian bayi menjadi kasar,” bebernya.

Pada produk smartphone terbarunya pun Polytron merilisnya dengan fitur yang canggih. Prime 7S, produk smartphone terbaru Polytron itu hadir dengan desain body tipis yang elegan, memadukan dual glass body dan metal frame, sehingga membuat smartphone ini sangat nyaman untuk digenggam.

Prime 7S juga dilengkapi rear camera 16-megapixel serta didukung fitur ISOCELL dengan Two-Tone Flash yang mampu menghasilkan foto terbaik dengan warna natural meskipun saat berada di area minim cahaya. Gambar yang diambil lebih jernih dan fokus dengan bantuan fitur Phase Detection Auto-Focus Technology (PDAF) yang menangkap fokus target bergerak dengan lebih cepat dan lebih akurat dalam waktu kurang dari 0,3 detik.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help