Adanya Parkir Meter, Pendapatan Parkir di Kawasan Sabang Naik 70 persen.

"Lumayanlah, sekarangkan jukir digaji UMR perbulan, jadi sudah gak mikirin mau sepi atau ramai," katanya.

Adanya Parkir Meter, Pendapatan Parkir di Kawasan Sabang Naik 70 persen.
Joko Supriyanto
Parkir meter di kawasan Sabang, Jakarta Pusat 

WARTA KOTA, SABANG - Berbagai upaya dalam pembenahan sistem parkir on the street pemerintah memberlakukan sistem parkir meter di beberapa kawasan di Jakarta, salah satunya parkir meter di kawasan Sabang. Jakarta, Kamis (29/10/2016).

Penerapan sistem ini sudah dilakukan uji coba pertama kali di kawasan Sabang Jalan HJ Agus Salim Jakarta Pusat pada tahun 2013, hingga kini sistem ini masih berjalan.

Penerapan Terminal Parking Elektronic (TPE) memang digunakan mengatasi parkir liar selain itu untuk mendongkrak pendapatan daerah dari sektor tersebut, hingga kini pendapatan parkir meter atau TPE kawasan sabang mengalami peningkatan hingga 70 persen dari pada sebelumnya.

"Wah untuk peningkatan pendapatan sudah pasti jelas berbeda, justru saat ini mengalami peningkatan hingga 70 persen dari sebelumnya, jika sebelumnya perhari hanya mendapatkan Rp 500.000 saat ini bisa 70 persennya," kata Eko, Koordinator Lapangan TPE Sabang kepada Warta Kota, Kamis (29/12).

Untuk sistem pembayaran parkir meter ini mengunakan kartu elektronik seperti e-Money atau Flash, dan bisa juga mengunakan koin melalui mesin berwarna merah yang diletakkan disekitaran tempat parkir.

Namun beberapa pengendara lebih banyak memberikan uang cash kepada jukir dari pada membayarkan langsung ke mesin TPE.

"Jadi kami memberikan kartu elektronik kepada jukir, gunanya untuk memberikan kemudahan bagi yang tidak memilik kartu elektronik untuk melakukan pembayaran," kata Eko.

"Saat parkir para penguna jasa parkir (PJP) akan diberikan struk nantinya struk tersebut sebagai tanda bukti melakukan pembayaran, nantinya didalam mesin tertera berapa jumlah yang harus dibayar," lanjutnya.

Para jukir dibekali kartu elektronik dengan saldo 1 juta perharinya, sehingga setiap hari jukir harus melakukan laporan kepada korlap, kartu elektronik yang ada pada jukir nantinya akan dicek mengunakan mesin EDC guna mengetahui saldonya jika habis akan diisi ulang kembali.

Pantauan Warta Kota Jalan KH. Agus Salim Sabang sepanjang kurang lebih 500 m ini memang menjadi kawasan yang di terapkan sistem parkir meter, deretan ruko ruko yang berjejer di tempat ini memang tidak memiliki tempat parkir khusus, hanya parkir on the street, sehingga sistem ini di berlakukan di tempat ini.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help