PAD Kota Bekasi Kurang Rp 200 Miliar

Perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi pada tahun 2016 terancam tidak memenuhi target.

PAD Kota Bekasi Kurang Rp 200 Miliar
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi uang rupiah 

WARTA KOTA, BEKASI -- Perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi pada tahun 2016 terancam tidak memenuhi target.

Sebab masih ada Rp 200 miliar pajak yang harus dikejar, sebelum pemerintah membukukan pendapatannya hingga akhir Desember 2016.

"PAD baru mencapai Rp 1,4 triliun, sedangkan target kami di tahun 2016 adalah Rp 1,6 triliun," kata Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bekasi Ali Fauzi pada Jumat (23/12).

Ali mengungkapkan, sektor pajak yang saat ini sedang dikebut adalah pajak reklame, parkir, dan air tanah.

Perolehan pajak di tiga sektor itu, kata dia, sedang dikejar oleh dinas teknis terkait.

Misalnya, Dinas Perhubungan fokus pada pajak parkir, lalu Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DP3JU) fokus pada pajak reklame.

"Terakhir pajak air tanah kewenangannya ada di Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH)," jelasnya.

Ali mendetail, perolehan pajak reklame oleh DP3JU baru mencapai 38,7 persen atau Rp 30 miliar dari target yang dipatok sebesar Rp 79 miliar.

Lalu Dinas Perhubungan hanya memperoleh pendapatan pajak parkir sebesar Rp 25,4 miliar atau 92,04 persen dari target Rp 27,6 miliar.

Sementara BPLH memperoleh pajak air tanah mencapai Rp 10,7 miliar atau 93,36 persen dari target yang dipatok sebesar Rp 11,5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved