Dua Warga Malaysia Sembunyikan Sabu di Anus, Gagal Selundupkan ke Samarinda

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba jenis sabu.

Dua Warga Malaysia Sembunyikan Sabu di Anus, Gagal Selundupkan ke Samarinda
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA

WARTA KOTA, TANGERANG - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba jenis sabu.

Upaya penyelundupan tersebut dilakukan oleh dua warga Malaysia berinisial MA dan Z. Keduanya menyembunyikan kapsul berisi sabu, dengan cara memasukkannya ke dalam anus.

Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba dari Malaysia pada 14 November 2016.

"Mendapat informasi itu, kami melakukan pengawasan penumpang di area kedatangan Terminal 2E Bandara Soetta. Dari pengawasan tersebut, petugas mencurigai seorang penumpang laki-laki yang tiba dari Malaysia dengan inisial MA," ujar Erwin, Jumat (23/12/2016).

Namun, petugas tidak menemukan narkoba di dalam barang bawaan MA. Petugas kemudian membawa MA ke rumah sakit untuk di-rontgen. Dari hasil foto rontgen, MA kedapatan menyembunyikan dua kapsul berisi sabu seberat 285 gram.

Berdasarkan temuan tersebut, Tim Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan Polresta Bandara, memeriksa MA.

"Setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap MA, ternyata ia datang ke Indonesia bersama seseorang berinisial Z yang juga berkewarganegaraan Malaysia," jelas Erwin.

Namun, laki-laki berinisial Z tersebut sempat keluar dari bandara menuju sebuah hotel di Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menyerahkan narkoba ke seorang warga Indonesia berinisial S.

"Kami segera bergerak ke Tanah Abang dan berhasil membekuk Z dan S beserta dua orang lainnya, yakni J dan MS sebagai penerima barang, pada 15 November 2016 dini hari," kata Erwin.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Ulung Sampurna Jaya menambahkan, setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut, dari keterangan S, ternyata Z juga menyelundupkan dua kapsul sabu yang telah diserahkan kepada dua perempuan berinisial D dan N, sebelum Tim Bea Cukai dan polisi membekuk mereka di hotel.

D dan N yang berjenis kelamin perempuan, berperan membawa sabu ke Samarinda melalui Bandara Soekarno-Hatta, menggunakan pesawat.

"Kami kembali ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mengamankan D dan N sebelum terbang ke Samarinda. Dari tersangka D didapati satu kapsul sabu seberat 147 gram. Sedangkan dari N didapati satu kapsul sabu lainnya seberat 132 gram, yang masing-masing mereka sembunyikan juga di dalam anus," ungkap Ulung.

Para tersangka mengaku, sabu tersebut akan diserahkan ke seseorang berinisial NA di Samarinda. Selanjutnya, tim berangkat ke Samarinda dan berhasil membekuk NA di Muara Badak, Samarinda, pada 17 November 2016.

"Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pelaku diancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun, dan pidana denda maksimum Rp 10 miliar, ditambah sepertiga dalam hal barang bukti melebihi satu kilogram," papar Erwin. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved