PALYJA Minta Kerjasama Semua Pihak untuk Penuhi Kebutuhan Air DKI

Tingginya permintaan air minum warga DKI Jakarta hingga kini belum dapat terpenuhi dikarenakan berbagai sebab.

PALYJA Minta Kerjasama Semua Pihak untuk Penuhi Kebutuhan Air DKI
Warta Kota/Rangga Baskoro
PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menjawab tuduhan dari Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ). 

Dia memaparkan, ada empat hal yang perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan air warga Ibu Kota.

Pertama, tambahan air baku untuk Jakarta dari Waduk Jatiluhur atau Sungai Cisadane. Kedua, PALYJA butuh tambahan pipa jaringan 2.500 kilometer hingga 2020.

Ketiga, lanjut Meyritha, mencegah pencurian air. Dalam hal ini, dia berujar, pencurian air di DKI Jakarta sekitar 9 persen dari total kebutuhan warga.

"Sembilan persen dari 39 persen air yang hilang akibat pencurian. Sisanya akibat pipa sudah tua dari zaman Belanda, itu yang harus diganti. Makanya tambahan jaringan itu antara lain untuk itu," katanya.

Keempat, tutur Meyritha, pihaknya mengimbau semua yang berkepentingan untuk bekerjasama demi memenuhi kebutuhan air.

Meyritha menambahkan, sejak tahun 2015 PALYJA memang telah menggunakan tambahan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) untuk mengolah air.

Namun, kontribusi alat ini baru sekitar 550 liter perdetik.

Selain itu, tahun 2017 PALYJA juga akan menerapkan teknologi baru bernama Aqua Advance, berupa sistem untuk melihat secara keseluruhan proses sejak air baku datang hingga sampai ke pelanggan.

Namun, kata Meyritha, kebutuhan penambahan jaringan tetap paling utama.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help