WartaKota/

PALYJA Minta Kerjasama Semua Pihak untuk Penuhi Kebutuhan Air DKI

Tingginya permintaan air minum warga DKI Jakarta hingga kini belum dapat terpenuhi dikarenakan berbagai sebab.

PALYJA Minta Kerjasama Semua Pihak untuk Penuhi Kebutuhan Air DKI
Warta Kota/Rangga Baskoro
PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menjawab tuduhan dari Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ). 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Tingginya permintaan air minum warga DKI Jakarta hingga kini belum dapat terpenuhi dikarenakan berbagai sebab.

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta, menyerukan kerjasama semua pihak agar tingginya kebutuhan air warga DKI bisa terpenuhi.

Meyritha Maryanie, Kepala Divisi Corporate Communications & Social Responsibilities PALYJA, mengatakan, permintaan air minum di Jakarta mencapai 26.100 liter perdetik, sementara yang dapat dipenuhi baru 17.000 liter perdetik atau 61 persen, dengan sekitar 9.000 liter perdetik di antaranya hasil produksi PALYJA. Sehingga, ada defisit sebesar 9.100 liter perdetik atau 39 persen.

PALYJA menargetkan, pada 2020 area cakupan pelayanan air bersih di wilayah barat Jakarta mencapai pemenuhan 95 persen.

Untuk merealisasikannya, PALYJA membutuhkan tambahan sumber air baku dan jaringan pipa distribusi air bersih sepanjang 2.500 kilometer.

Akan tetapi, kata Meyritha, bukan hal mudah untuk melakukannya.

Meyritha menjelaskan, untuk memenuhi target tersebut diperlukan penambahan jaringan 2,5 kilometer setiap hari, dengan perhitungan tiga tahun ke depan hingga 2020 terdiri dari sekitar 1.000 hari.

"Artinya 2,5 kilometer perhari. Apakah itu mungkin? Mungkin nggak membangun jaringan sehari 2,5 kilometer? Jangankan 2,5 kilometer, (bangun pipa jaringan) 100 meter saja orang sudah marah di Jakarta," ujar Meyritha saat ditemui dalam kegiatan aksi peduli lingkungan di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Rabu (21/12/2016).

Oleh karena itu, bilang Meyritha, perlu kerjasama semua pihak agar bisa mencapai target tersebut. Pemenuhan air tidak bisa hanya dilakukan PALYJA dan PAM Jaya.

"Perlu stakeholder yang lain, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menyuarakan bahwasanya Jakarta itu perlu tambahan air," bilang Meyritha.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help