WartaKota/

61 Persen Pengguna Internet Berbelanja Online, Transaksi Harbolnas Capai Rp3,3 Triliun

Even tahunan kelima ini juga mencatat kenaikan transaksi 3.9 kali dibanding hari biasa dengan estimasi total transaksi mencapai Rp3,3 triliun selama t

61 Persen Pengguna Internet Berbelanja Online, Transaksi Harbolnas Capai Rp3,3 Triliun
Warta Kota/Ichwan Chasani
Miranda Suwanto, Ketua Panitia Harbolbas, berserta panita lainnya usai konpres di Jakarta, Rabu (7/12). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sebanyak 61 persen pengguna internet di Indonesia berbelanja online selama tiga hari pelaksanaan Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) 2016, 12—14 Desember 2016 lalu.

Even tahunan kelima ini juga mencatat kenaikan transaksi 3.9 kali dibanding hari biasa dengan estimasi total transaksi mencapai Rp3,3 triliun selama tiga hari.

Miranda Suwanto, SVP Strategic Partnership & Business Development Lazada, selaku ketua panitia Harbolnas mengatakan, tahun ini sebanyak 211 e-commerce dari berbagai kategori memberikan promo serta diskon besar-besaran hingga 95 persen.

Harbolnas kini merupakan salah satu momen tersibuk bagi e-commerce di Indonesia, dengan berbagai penawaran menarik, dan momentum berbelanja akhir tahun,

Menurutnya, Harbolnas kembali memberikan kontribusi transaksi signifikan bagi e-commerce yang berpartisipasi. “Selain peningkatan jumlah peserta, dukungan berbagai mitra dan sponsor, kenaikan transaksi juga dipengaruhi tingginya pertumbuhan pengguna internet dan kebiasaan belanja online yang makin popular di Indonesia,” ungkap Miranda dalam siaran pers yang diterima Warta Kota.

Google juga menemukan beberapa data menarik saat Harbolnas, salah satunya perilaku pembeli terkait belanja online. Menurut Henky Prihatna, Country Industry Head, Google Indonesia, konsumen terus mengandalkan ponsel untuk belanja dan menjadikannya sebagai 'pintu' untuk menemukan kebutuhan mereka. “Dengan musim libur akhir tahun semakin dekat, pencarian seputar shopping pun terus meningkat. Maka Harbolnas menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu,” kata Henky Prihatna.

Data dari Google menunjukkan, kategori pencarian tertinggi diantaranya produk kecantikan dan personal care, gadget dan aksesoris, pakaian, serta barang untuk bayi. Menariknya, data menunjukan bahwa bagi banyak masyarakat Indonesia, smartphone kini merupakan asisten belanja baru.

Lembaga riset, PT The Nielsen Indonesia, menegaskan beberapa perilaku dan faktor partisipasi tinggi dari masyarakat Indonesia dalam Harbolnas 2016, dan juga belanja online. Rusdy Sumantri, Direktur PT The Nielsen Indonesia mengatakan bahwa Harbolnas 2016 mampu menarik online shopper dari kalangan kelas menengah dan bawah, serta kalangan online shopaholics.

“Tahun ini penjualan mengalami kenaikan sekitar Rp 1.2 triliun menjadi Rp 3.3 triliun. Hal utama yang mempengaruhi online shopper untuk berbelanja adalah diskon besar yang diberikan (90 persen) dan gratis ongkos kirim (41persen),” kata Rusdy.

Dia menambahkan, kebanyakan online shopper sudah merencanakan untuk berbelanja di Harbolnas. Transaksi tertinggi terjadi pada kategori fashion (68 persen), diikuti kategori teknologi/gadget (44 persen), yang juga mengalami kenaikan dibandingkan Harbolnas 2015.

Dari sisi logistik, Lion Parcel mencatat peningkatan pengiriman barang yang signifikan dari sejumlah e-commerce, hingga 300- 600 persen dibanding rata-rata pengiriman harian. Gaung Harbolnas juga hingga ke Indonesia Timur, terlihat dari pengiriman Lion Parcel yang meningkat di beberapa kota, terutama di Manado.

“Kedepan, Lion Parcel berharap, Indonesia Timur tidak hanya menjadi konsumen e-commerce tetapi juga menjadi penjual yang berdaya, khususnya produk UMKM,” kata Gunardi Minah, CEO Lion Parcel.

ShopBack, mitra cashback resmi Harbolnas juga mencatat perilaku dan sudut pandang konsumen terhadap Harbolnas. Indra Yonathan, Country General Manager ShopBack Indonesia mengatakan hampir semua konsumen belanja online yang disurvei (98,40 persen) mengatakan akan berbelanja kembali di Harbolnas tahun depan agar dapat menikmati beragam promo menarik yang ditawarkan para pelaku e-Commerce.

Sebanyak 46,6 persen konsumen juga berharap waktu pelaksanaan Harbolnas tahun depan dapat diperpanjang lagi. Artinya, konsumen menyambut positif dan memiliki minat yang tinggi terhadap penyelenggaraan Harbolnas sebagai kegiatan tahunan.

“Namun, pelaku e-Commerce kami harapkan juga menyikapi dengan bijak beberapa sorotan konsumen terhadap aspek kritikal seperti tidak sesuainya promo dengan realitas implementasinya (49.80 persen), promo yang ditawarkan terlalu rumit penjelasannya (33,9 persen), serta masih kurang lengkapnya informasi yang disediakan (6,4 persen),” kata Indra. (chi)

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help