Indonesia Dinilai Masih Kekurangan Insinyur

Ditargetkan, tahun 2024-2025 ada lulusan teknik akan mencapai 25 persen, di mana saat ini baru mencapai 16 persen

Indonesia Dinilai Masih Kekurangan Insinyur
Twitter
Ilustrasi 
WARTA KOTA, SENAYAN -- Pertumbuhan jumlah insinyur di Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara tetangga di Asean.
Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Iptek Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ali Ghufron Mukti mengatakan, jumlah Insinyur di dalam negeri saat ini, mencapai 3.690 dari satu juta penduduk.
"Atau hanya bertambah sekitar 278 insinyur setiap tahunnya," kata Ali dalam sebuah diskusi di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).
Menurut Ali, jumlah pertumbuhan tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia bahkan di Asean.
"Kalah dengan Malaysia yang mencapai 1.834, Thailand 1.248 dan Vietnam 1.094 bahkan Korea Selatan lebih banyak lagi 2.999 insinyur," kata dia.
Ali mengatakan, dibutuhkan waktu tidak sebentar untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Setidaknya, ditargetkan 2025 pertumbuhan jumlah insinyur akan lebih pesat.
"Kita targetkan, tahun 2024-2025 ada lulusan teknik akan mencapai 25 persen, di mana saat ini baru mencapai 16 persen dari seluruh mahasiswa," kata dia.
Sementara, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Hermanto Dardak mengatakan, saat ini, lulusan teknik begitu dibutuhkan, apalagi pemerintahan Jokowi tengah gencar membangun banyak infrastruktur.
Diketahui, dari data yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti, disebut hingga 2019, Indonesia akan kekurangan 190.997 lulusan Sarjana Teknik S1 dan D3. (Acep Nazmudin)
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help