Kamis, 23 April 2026

Sunat Kini Semakin Mudah

Praktik sunat kini semakin mudan dan nyaman untuk dijalani. Teknologi kesehatan menyediakan berbagai fasilitas untuk melaksanakan sunat.

Penulis: |
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH-Di kalangan masyarakat kini terjadi salah kaprah tentang teknik sunat yang digunakan. Kita mendengar masyarakat awam mengenal sunat dengan cara laser.

Seharusnya bila benar dengan laser tentunya berwujud sinar. Faktanya yang dianggap laser dalam sunat itu sebenarnya merupakan alat electric cutter atau alat untuk menyayat atau memotong kulit. Alat ini banyak digunakan untuk bedah, termasuk sunat.

“Saya juga enggak tahu awalnya gimana kok bisa dibilang laser. Tapi ya di mana-mana disebut laser,” kata dr Mahdian Nur Nasution SpBS kepada wartawan saat Media Gathering dengan tema Penyakit-penyakit yang Harus Segera Disunat di Restaurant Mbok Berek Tebet.

Selain dengan laser, teknik sunat yang dianggap paling terkini dengan teknik klem. Secara sederhana, teknik ini dianalogikan seperti memutus tali pusar, dimana tali pusat dijepit dengan alat. Nah, pada teknik klem hampir sama dijepit dengan menggunakan alat yang sekali pakai.

Alat ini disesuaikan dengan ukuran penis masing-masing. Tidak ada jahitan dan tidak ada perdarahan. Sehingga lebih nyaman.

Selesai tindakan sunat dengan klem pun bisa langsung mandi, main sepeda dan aktivitas normal lainnya. Kini sunat semakin mudah dan nyaman. Ditambah lagi manfaat kesehatan yang besar.

Sunat jin

Fimosis merupakan keadaan di mana didapatkan konstriksi/penyempitan dari ujung kulit depan (foreskin) penis. Fimosis ditemukan karena faktor genetik (bawaan sejak lahir) atau bisa akibat peradangan lubang pada kulit penis.

Kebalikan dari Fimosis adalah Parafimosis. Kondisi ini saat kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis. Dapat menyebabkan penis membengkak dan tersangkut.

Pada masyarakat tradisional, seringkali kondisi ini disebut disunat oleh jin. Karena penampakan penis seolah-olah sudah disunat.

Biasanya sang bayi akan menangis karena kesakitan, aliran tidak lancar dan bisa membusuk. Bila terjadi seperti ini, tindakan sunat harus segera dilakukan saat itu juga, untuk menghilangkan rasa nyeri.

Sunat dewasa
Ada banyak perbedaan ketika sunat dilakukan saat dewasa. Walaupun persiapannya sama, tatalaksananya berbeda. Pasalnya pada saat dewasa ada kondisi ereksi yang lebih mudah terjadi.

Selain itu juga kulit yang sudah tebal/alot. Ketika terjadi ereksi berisiko menimbulkan rasa nyeri, perdarahan, dan terlepasnya jahitan setelah sunat dilakukan.

Secara umum, tidak perlu cek laboratorium. Hanya saja bila pasien menderita diabetes, hemofilia, hepatitis, HIV, ada persiapan khusus yang dilakukan. Diharapkan pada pasien sunat dewasa dilakukan dokter atau mantri yang berpengalaman untuk menghindari hal-hal buruk yang bisa terjadi.

Perasaan malu juga seringkali mendera pasien sunat dewasa. Alasan itulah, di Rumah Sunatan menyediakan ruang tindakan yang nyaman dan terpisah dengan ruang tindakan anak-anak.

“Sunat dewasa banyak yang merasa malu. Mau nanya pegawainya perempuan semua. Sehingga kita buat agar pasien merasa nyaman. Bisa konsultasi dulu agar tidak ada lagi keraguan dan menghindari malu,” ujar Mahdian.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved