Tak Ingin Dihalangi Keterbatasan Fisik, Bocah Penderita Kelainan Kulit Ini Ingin Jadi Polwan

Dialah Amanda Syaharini, bocah penderita kelainan kulit sejak lahir. Ia langsung masuk memanggil neneknya, Rohana.

Tak Ingin Dihalangi Keterbatasan Fisik, Bocah Penderita Kelainan Kulit Ini Ingin Jadi Polwan
TRIBUN KALTIM
Amanda Syaharani (11) mengalami kelainan kulit sejak lahir. 

WARTA KOTA, BALIKPAPAN - Bocah kecil dengan jilbab putih tampak tergopoh-gopoh saat mengetahui ada wartawan tiba di rumah yang terletak di Gang Sepakat RT 47 Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dialah Amanda Syaharini, bocah penderita kelainan kulit sejak lahir. Ia langsung masuk memanggil neneknya, Rohana.

Amanda tampak sedang bersiap berangkat mengaji. Saat diminta membacakan beberapa ayat Alquran, ia mampu melantunkannya dengan baik. Suara lantunan ayat Quran menggetarkan hati. Membawa suasana ruang tamu mendadak menjadi mengharu biru.

Ekspresi dan raut wajah Amanda terlihat selalu datar. Ia tidak bisa tersenyum atau tertawa lebar, hanya senyum simpul yang ia dapat berikan. Bukan lantaran sombong atau tak ingin menyapa, namun karena disebabkan kulitnya yang beku dan kaku, sehingga sulit digerakkan otot‑otot urat saraf.

Tapi, bila melihat lebih jauh dari tatapan kedua matanya, maka akan sangat terasa bahwa dibalik sikap acuh yang ditunjukkannya, ada rasa bahagia yang menyusup di dalam hatinya. Keceriaan di kedua bola mata bocah mungil itu kembali terpancar saat Tribun mencoba mengajaknya berbincang.

"Sebentar lagi mau khatam Alquran. Tinggal dua juz lagi," katanya sejurus kemudian.

Menurut penuturan sang nenek, Amanda memang menonjol dalam hal mengaji dan pelajaran agama. Sejak kecil, Amanda sudah mulai menghapal doa‑doa. Begitu juga dalam mengaji yang tak pernah ia lewati.

Gadis cilik yang tercatat murid SDN 020 Manggar ini berbeda dengan bocah‑bocah seusianya. Sejak lahir, Amanda menderita penyakit kulit yang aneh dan langka. Kulit di sekujur tubuh mengeras, pecah‑pecah dan mengelupas sehingga bersisik seperti ular.

Menurut Rohana, gadis kecil ini berhasil memecahkan pemikiran dokter yang merawatnya. Kebanyakan dokter mengatakan bahwa dengan kondisi yang dimiliki Amanda, ia tidak bisa bertahan lama.

Terlahir dengan fisik yang berbeda, tidak mematahkan impiannya. Bahkan Amanda tetap percaya diri dengan tubuhnya. Ia ingin membuktikan bahwa kelainan fisik bukanlah sesuatu yang bisa menghalangi cita‑cita seseorang.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved