Tips Kesehatan

Bocah Ini Mengidap Ichthyosis, Kelainan Kulit yang Tak Menular tapi Berbahaya Bila Tak Diobati

Kasus kelainan kulit yang diderita Amanda Syaharini menjadi perhatian masyarakat Balikpapan, Kalimnatan Timur.

Bocah Ini Mengidap Ichthyosis, Kelainan Kulit yang Tak Menular tapi Berbahaya Bila Tak Diobati
TRIBUN KALTIM
Amanda Syaharani (11) mengalami kelainan kulit sejak lahir. 

WARTA KOTA, BALIKPAPAN - Kasus kelainan kulit yang diderita Amanda Syaharini menjadi perhatian masyarakat Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Baca: Tak Minder Punya Kelainan Kulit, Bocah Ini Hampir Khatam Mengaji

Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Regina Sylvia, SpKK, kelainan kulit yang diderita Amanda bernama ichthyosis.

Istilah medis tersebut sering dipakai untuk beberapa penyakit turunan yang ciri‑cirinya terdapat skuama berlebih pada kulit.

Skuama merupakan lapisan tanduk dari epedermis kulit mati yang menumpuk pada kulit. Sehingga, jaringan tersebut lambat laun mengeras dan menutup pori‑pori kulit.

Regina mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan gangguan pembentukan keratin.

"Ichthyosis merupakan istilah yang dipakai untuk beberapa penyakit turunan yang dicirikan oleh adanya skuama berlebih pada kulit, karena gangguan pembentukan keratin, di mana sekresi kelenjar minyak atau keringat terganggu," jelas Regina.

Jika lambat laun tidak segera diobati, ichthyosis bisa berakibat kegagalan organ tubuh bagian dalam, sehingga dapat memperberat kerja organ dalam seperti ginjal, jantung, dan hati.

"Karena kegagalan kulit dalam mensekreksikan keringat, memproduksi lemak, mengatur suhu tubuh, serta menurunnya fungsi pelindung kulit. Semua itu memperberat kerja organ dalam misalnya ginjal, jantung, hati," papar Regina.

Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari penyakit ini;  Mandi dengan sabun yang lembut, Pakai handuk lembut, dan tidak boleh digosok.

Gunakan pelembab khusus sesuai saran dokter. Untuk pelembab sebaiknya diolesi sesering mungkin sekitar delapan kali sehari.

Kebersihan diri juga dijaga. Sebab kulit jenis ini rentan terhadap infeksi. Bila cuaca sedang panas, Regina menyarankan untuk tidak bepergian keluar rumah.

"Hindari sinar matahari berlebih, sebab tubuh tidak mampu mengeluarkan keringat untuk membuat kulit terlindung dari sinar matahari. Jika terlalu sering terpapar sinar matahari, menyebabkan kulit mudah iritasi," imbuh Regina.

Terakhir, mengonsumsi gizi yang cukup. Tidak hanya mendapatkan perawatan dari dokter kulit, pasien harus mendapatkan penanganan dari beberapa dokter spesialis.

"Pada kasus seperti ini kelopak mata ikut kering sehingga sukar ditutup. Untuk itu, sebaiknya dicek ke dokter spesialis mata," bebernya. (*)

 

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help