Sudah Berikan Uang Jaminan Bangun Smelter, Freeport Tagih Kepastian Perpanjangan Kontrak

PT Freeport Indonesia terus menagih kepastian perpanjangan kontrak karya kepada pemerintah.

Sudah Berikan Uang Jaminan Bangun Smelter, Freeport Tagih Kepastian Perpanjangan Kontrak
TRIBUNNEWS/ADIATMAPUTRA FAJAR PRATAMA
Riza Pratama, Juru Bicara PT Freeport Indonesia 

WARTA KOTA, SENAYAN - PT Freeport Indonesia terus menagih kepastian perpanjangan kontrak karya kepada pemerintah.

Tanpa adanya rekomendasi kontrak baru di 2019, Freeport beralasan hal itu akan mempengaruhi kinerja mereka dalam membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter).

"Tidak diberikan rekomendasi, tentunya akan beri dampak pada operasi kita," ujar Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama di kompleks DPR/MPR, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah memberikan uang jaminan komitmen bangun smelter sebesar 212 juta dolar AS, dari total investasi 2 miliar dolar AS. Menurut Riza Pratama, angka tersebut seharusnya sudah bisa memberikan kepastian perpanjangan kontrak sebelum 2019.

"Kita sudah memberikan jaminan kepada pemerintah 212 juta dolar AS, dan itu bukan komitmen yang kecil menurut saya," ungkap Riza Pratama.

Riza menambahkan, ketidakpastian perpanjangan kontrak bisa merugikan Freeport ke depan. Riza menambahkan, pihaknya juga tidak bisa lagi mendapatkan modal keuntungan untuk bangun smelter.

"Dari mana kita dapatkan sebagai keuntungan untuk pembangunan smelter?" tanya Riza.

Kontrak karya Freeport di Indonesia habis pada 2021 mendatang. Perpanjangan kontrak Freeport baru bisa dilakukan dua tahun sebelum masa berlaku kontrak sebelumnya habis, atau dengan kata lain mereka baru bisa mengajukannya pada 2019 mendatang.

"Kita berharap pemerintah secepatnya ambil keputusan sebelum 2019," harap Riza Pratama. (*)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved