Harbolnas 2016 Diharapkan Cetak Transaksi Rp4 Triliun Lebih

Melibatkan 211 e-commerce, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) akan kembali digelar mulai Senin (12/12) hingga Rabu (14/12) pekan depan.

Harbolnas 2016 Diharapkan Cetak Transaksi Rp4 Triliun Lebih
Warta Kota/Ichwan Chasani
Miranda Suwanto, Ketua Panitia Harbolbas, berserta panita lainnya usai konpres di Jakarta, Rabu (7/12). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Melibatkan 211 e-commerce, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) akan kembali digelar mulai Senin (12/12) hingga Rabu (14/12) pekan depan.

Transaksi online selama tiga hari pelaksanaan itu diharapkan naik 2-3 kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Hasil riset Nielson, tahun lalu transaksi Harbolnas mencapai Rp2,1 triliun. Kami harapkan tahun ini tranksaksi naik dua hingga tiga kali lipatnya, karena jumlah partisipan juga meningkat," ungkap Miranda Suwanto, Ketua Panitia Harbolbas, di Jakarta, Rabu (7/12).

Miranda merinci, tahun lalu, jumlah partisipan Harbolnas baru sebanyak 142 e-commerce. Pelaksanaan Harbolnas tahun ini, partisipan bertambah menjadi 211 e-commerce.

Harbolnas digelar pertama kali di tahun 2012 melalui inisiatif dari Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka, dan Bukalapak.

"Banyak tawaran menarik dari partisipan tahun ini, seperti diskon hingga 95 persen, buy 1 get 1 free, undian berhadiah mobil, gratis biaya pengiriman, tambahan cashback, dan free giveaway," beber Miranda.

Mengutip data dari BMI Research, Miranda menyebut nilai belanja online di Indonesia pada 2014 mencapai Rp21 triliun.

Namun hasil riset lain di tahun sebelumnya menunjukkan, dari 74,6 juta pengguna internet di Indonesia, baru 20 persen yang berbelanja secara online.

Sementara riset gabungan Google dan Temasek pada 2015 menunjukkan Indonesia menempati urutan pertama negara dengan pertumbuhan pasar internet terbesar di dunia, dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 19 persen pada 2020.

Pada 2025, Indonesia diprediksi akan menguasai lebih dari 50 persen pasar e-commerce Asia Tenggara. Dari nilai belanja online yang saat itu diperkirakan mencapai 87,8 miliar USD, pasar e-commerce Indonesia akan mencapai 46 miliar USD atau 52 persen.

"Potensi Indonesia ini besar sekali, tapi yang belanja online masih sedikit. Dengan event bersama ini, kami ingin lebih banyak lagi yang belanja online. Konsumen punya akses lebih banyak lagi untuk belanja, sementara pelaku e-commerce juga punya jangkauan lebih luas untuk memasarkan produknya," kata Miranda.

Henky Prihatna, Country Industry, Google Inc menambahkan, selain produk fashion dan gadget berikut aksesorisnya, produk lain yang banyak dicari dalam event seperti Harbolnas ini adalah produk beauty and personal care dan produk kebutuhan bayi.

"Karakter konsumen online di Indonesia, biasanya kalau ada kegiatan seperti ini, sebulan sebelumnya sudah cari informasi produk apa yang mau dibeli. Kita harap raihan transaksi kegiatan ini bisa melebihi event serupa di India dan China," kata Henky. (chi)

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help