Warga Rusun Penjaringan Berharap Rusun Segera Dibangun Kembali dengan Harga Sewa Terjangkau

Hingga saat ini penantian, dan harapan mengiasi raut wajah para penghuni rusun Blok E, F, G Rumah Susun Penjaringan.

Warga Rusun Penjaringan Berharap Rusun Segera Dibangun Kembali dengan Harga Sewa Terjangkau
Joko Supriyanto
Rusun Penjaringan 

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Sejumlah warga penghuni Rusun Penjaringan yang terletak di Jalan Tanah Pasir, Penjaringan Jakarta Utara, mendesak segera dilakukan pembanguan rusun. Jakarta (6/12/2016).

Kondisi Rusun Penjaringan saat ini memang saat ini terlihat memperhatinkan, pasalnya tiga blok rusun tampak terbengkai sehingga membuat tiga blok ini terkesan dibiarkan begitu saja kondisinya.

Hingga saat ini penantian, dan harapan mengiasi raut wajah para penghuni rusun Blok E, F, G Rumah Susun Penjaringan.

Salah satunya Mira (40) penghuni rusun yang menempati Blok E Lantai dasar nomor 16. Kondisi rumahnya yang saat ini dibiarkan terbengkalai begitu saja, membuat wanita ini berharap segera dilakukan pembangunan.

"Saya sih harapannya, untuk segera dilakukan pembangunan, kalo kayak gini teruskan kasihan saya juga, harus bayar kontrakan, belum lagi biaya anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari," katanya kepada Warta Kota saat ditemui diwarungnya, Jakarta (6/12).

Tidak adanya tempat tinggal terpaksa wanita dua orang anak ini harus mengontrak rumah, dengan biaya yang cukup mahal, sebelumnya ia hanya membayar sewa rusun Rp 200.000 perbulan. "Saat ini saya ngontrak rumah, 1,5 juta perbulan, untungnya saya punya warung jika tidak gak tau mas gimana nasibnya," ujarnya.

Nasib serupa juga dialami beberapa penghuni rusun yang masih bertahan, sebagian mereka yang tidak mampu menyewa rumah terpaksa mereka pulang kampung, dan mencari tempat tinggal dipinggiran jakarta yang harga sewanya relatif terjangkau.

Nasron (60) salah satu warga yang dahulu menempati Rusun blok E lantai dua No 20 RT 05/06, ia berharap rusun segera dibangun kembali, karena biaya sewa rumah begitu tinggi, sehingga mereka tidak mampu bayar. "Inginnya segera dibangun, karena kasihan kan mereka yang sudah tinggal lama, sekarang tidak memiliki rumah," katanya.

Berbeda dengan Mira yang mampu sewa rumah, justru Nasron membuat bedeng sebagai tempat tinggalnya, ia mengaku membuat bedeng karena tidak mampu membayar sewa rumah yang mahal. "Saya juga sudah dapat izin untuk bangun bedeng, nantinya ini hanya sementara saja sampai pembangunan selesai," katanya.

Menanggapi keluhan warga, Agung, Kepala Kelurahan Penjaringan mengatakan bahwa saat ini memang masih dalam proses, namun ia tidak bisa menjelaskan secara detailnya. "Dari kelurahan sendiri sudah berusaha, menyampaikan keluhan warga, namun semua itu kan dari dinas perumahan, saat ini masih dalam proses," katanya saat ditemui Warta Kota, Jakarta (6/12).

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved