Krisis Rohingya

Yenny Wahid Prihatin Dengan Nasib Warga Rohingya

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid mencermati perkembangan terkini terhadap nasib warga Rohingya Muslim di Myanmar.

Yenny Wahid Prihatin Dengan Nasib Warga Rohingya
IB Times
Konflik kekerasan yang melibatkan minoritas Rohingya di Myanmar. 

WARTA KOTA, PALMERAH--Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid mencermati perkembangan terkini terhadap nasib warga Rohingya Muslim di Myanmar.

Putri mantan Presiden Gus Dur itu mengaku sedih dan geram. "Kami sangat terganggu dan sedih dengan kekerasan yang berlanjut terhadap warga Rohingya muslim di Myanmar. Ini makin menambah penderitaan yang telah sekian lama dialami oleh mereka," katanya.

Menurutnya, disamping pengingkaran hak kewarganegaraan, masyarakat Rohingya juga mengalami sentimen kebencian anti muslim yang ditanamkan oleh aktor-aktor negara dan non negara di Myanmar.

"Informasi dari jaringan kami di kawasan itu, organisasi-organisasi Buddhis (Ma Ba Tha), sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok lain di Myanmar menyebarkan pesan-pesan anti muslim kepada masyarakat, tentang bahaya perebutan kekuasaan oleh muslim untuk meng’Islam’kan Myanmar dan menghabisi agama Buddha," kata Yenny.

Jika kampanye anti Muslim tidak ditanggulangi, tidak saja akan mempersulit penyelesaian Muslim Rohingya, tetapi bisa membawa Myanmar dalam bahaya pembinasaan etnis dan pemeluk Islam.

Menanggapi masalah ini, Yenny mendesak kepada:

1. Pemerintah Myanmar:

- Hentikan serangan terhadap warga muslim Rohingya, bawa mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan dan berikan perlindungan dan pemulihan kepada korban sesuai dengan penderitaan yang mereka alami.

- Tanggulangi kampanye kebencian oleh aktor-aktor negara dan non negara terhadap masyarakat muslim Myanmar.

- Kembalinya Myanmar ke demokrasi seharusnya bisa membuat setiap warga Myanmar, pemeluk Buddha dan non Buddha bisa hidup berdampingan secara damai.

Halaman
12
Penulis: Achmad Subechi
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help